Muhammad In’am Esha
Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

TIPOLOGI MANAJEMEN TRADISIONAL DAN MODERN DAN KLASIFIKASINYA DALAM MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM Audi Anugrah; Abdul Malik Karim Amrullah; Muhammad In’am Esha
Journal of Islamic Education : The Teacher of Civilization Vol 3, No 1 (2022): Volume 3 No. 1 Maret 2022
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesantren merupakan model pendidikan asli Indonesia yang telah lama sekali ada di Indonesia. Pesantren merupakan warisan budaya pendidikan zaman Hindu ratusan tahun sebelum masuknya Agama Islam di Nusantara. Setelah menginjak masa modern yang dimulai dengan bergabungnya pendidikan umum dengan pendidikan agama dalam satu sekolah, banyak lembaga pendidikan Islam yang masih menggunakan manajemen model tradisional sedangkan sebagian besar telah berubah menjadi lebih modern. Perbedaan yang mendasar dari tipologi manajemen tradisional dan modern adalah tata kelolanya yang bersifat adaptif dan menyesuaikan terhadap kebutuhan stakeholder pendidikan serta bersifat lebih terbuka dengan masukan.
Guruku Sayang, Guruku Berkembang Muhammad In’am Esha; Kusumadyahdewi Kusumadyahdewi; Ahmad Abtokhi
Engagement: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2020): May 2020
Publisher : Asosiasi Dosen Pengembang Masyarajat (ADPEMAS) Forum Komunikasi Dosen Peneliti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/engagement.v4i1.178

Abstract

Early Childhood Education Development (or PAUD in Indonesian) is essential in today’s world. A participative action research (PAR) approach was one of the actions done to support the development. One important stage in PAR is the preliminary study stage. The focus of this research is to know how the preliminary study was done in the perspective of problem mapping. The data collection techniques are performed with observations, surveys, documents, and interviews. This research produces a problem mapping model that is important in determining the problem that is used as the main agenda of mentoring to fit the needs of assistance by community priorities. The problem mapping model includes several stages: problem surveying and capturing, problem displaying, problem valuing, problem clustering, and a stage to determines the main problem for the action plan or the completion process.
Revitalizing Local Moral Teachings: A Study of Islamic Education Values in the Serat Wedhatama and Its Application for Students at Islamic Boarding Schools Zikri Adib Kurnia; Ahmad Barizi; Muhammad In’am Esha
At-Ta'lim : Media Informasi Pendidikan Islam Vol 24, No 2 (2025): DECEMBER
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/attalim.v24i2.9754

Abstract

ENGLISH: Revitalizing Local Moral Teachings: A Study of Islamic Educational Values in the Serat Wedhatama and Its Application for Students at Islamic Boarding SchoolsObjective: This research aims to examine the Islamic education values contained in Serat Wedhatama and its implementation in the learning process at Pondok Pesantren Sunan Drajat Lamongan. Method: The research design employs a case study approach, combining hermeneutic text analysis, observation, and interviews with teachers and students. Results: Serat Wedhatama contains values of faith, worship, and ethics that strengthen students' character. The learning process includes planning, conducting lessons twice a week using drill methods, lectures, and text analysis, followed by evaluation at the end of the session for students who have mastered the material. Conclusion: The existence of local literary works such as Serat Wedhatama is crucial in building character and religious identity for students based on Javanese culture, which remains relevant in modern life. Contribution: This research provides a theoretical foundation for the development of contextual Islamic education grounded in local culture, while also encouraging innovation in digital learning media to expand access and foster character development rooted in local traditions in the digital age.Abstract: Revitalisasi Ajaran Moral Lokal: Kajian Nilai-Nilai Pendidikan Agama Islam dalam Serat Wedhatama dan Pembelajarannya bagi Santri di Pondok PesantrenTujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji nilai-nilai pendidikan agama Islam yang terkandung dalam Serat Wedhatama dan implementasinya dalam pembelajaran di Pondok Pesantren Sunan Drajat Lamongan. Metode: Desain penelitian menggunakan studi kasus, yang menggabungkan analisis hermeneutik teks, observasi, dan wawancara dengan guru dan santri. Hasil: Serat Wedhatama mengandung nilai keimanan, ibadah, dan akhlak yang memperkuat karakter santri. Pembelajaran dilakukan dengan merencanakan, melaksanakan dua kali seminggu menggunakan metode drill, ceramah, dan analisis teks, serta evaluasi di akhir pembelajaran untuk siswa yang telah menguasai materi. Kesimpulan: Keberadaan karya sastra lokal seperti Serat Wedhatama sangat vital dalam membangun karakter dan jati diri keagamaan siswa berbasis budaya Jawa yang relevan dengan kehidupan modern. Kontribusi: Penelitian ini memberikan landasan teori bagi pengembangan pendidikan Islam kontekstual berbasis budaya lokal, sekaligus mendorong inovasi media pembelajaran digital untuk memperluas akses dan memperkuat pengembangan karakter berbasis tradisi lokal di era digital.