Pembelajaran apresiasi dongeng legenda di sekolah dasar masih menghadapi kendala karena LKPD yang digunakan lebih fokus pada pemahaman isi cerita daripada pengembangan kemampuan apresiasi sastra secara utuh. Selain itu, LKPD yang digunakan masih didominasi bentuk cetak dan belum mengintegrasikan model apresiasi sastra maupun teknologi digital. Penelitian ini bertujuan menganalisis kebutuhan pengembangan LKPD apresiasi dongeng legenda berbantuan aplikasi Liveworksheet berbasis model P-IKADKA di kelas V sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Subjek penelitian terdiri atas dua guru dan 78 peserta didik dari dua sekolah dasar. Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LKPD yang digunakan masih fokus pada kegiatan memahami isi cerita, sedangkan tahap memperhatikan dan menilai karya sastra belum terfasilitasi secara optimal. Selain itu, LKPD belum disusun berdasarkan model apresiasi sastra tertentu dan belum memanfaatkan teknologi digital secara maksimal. Guru dan peserta didik memerlukan LKPD yang menarik, interaktif, dan sistematis. Oleh karena itu, pengembangan LKPD apresiasi dongeng legenda berbantuan aplikasi Liveworksheet berbasis model P-IKADKA diperlukan untuk mendukung pembelajaran apresiasi dongeng yang lebih terarah dan bermakna.
Copyrights © 2026