Rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa pada pembelajaran matematika, khususnya materi operasi penjumlahan dan pengurangan, menjadi persoalan mendasar yang ditemukan di kelas IV SDN 198/I Pasar Baru. Pembelajaran yang masih berpusat pada guru dan minimnya pemanfaatan bahan ajar digital menyebabkan siswa kurang terlibat secara aktif dalam proses berpikir tingkat tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa melalui penerapan Elektronik Lembar Kerja Peserta Didik (E-LKPD) berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS) pada materi operasi penjumlahan dan pengurangan. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah 28 siswa kelas IV SDN 198/I Pasar Baru. Data dikumpulkan melalui observasi aktivitas guru dan siswa, tes kemampuan berpikir kritis, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai siswa meningkat dari 61,25 pada pra siklus menjadi 72,14 pada siklus I dan 85,36 pada siklus II. Ketuntasan belajar klasikal mengalami peningkatan dari 39% pada pra siklus menjadi 68% pada siklus I, kemudian mencapai 89% pada siklus II. Aktivitas guru meningkat dari 78% pada siklus I menjadi 92% pada siklus II, sedangkan aktivitas siswa meningkat dari 75% menjadi 90%. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan E-LKPD berbasis HOTS secara signifikan mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada materi operasi penjumlahan dan pengurangan di kelas IV SD.
Copyrights © 2026