Proses pengolahan buah kopi menghasilkan limbah kulit kopi dalam proporsi yang cukup besar, mencapai sekitar 42% dari komposisi buah kopi, namun sebagian besar belum dimanfaatkan secara optimal. Kondisi ini menunjukkan adanya potensi nilai ekonomi yang belum terintegrasi dalam sistem produksi serta peluang penerapan prinsip ekonomi sirkular dalam agroindustri kopi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur rantai nilai, pembentukan nilai tambah, serta tingkat keberlanjutan rantai pasok pada pemanfaatan limbah kulit kopi menjadi teh cascara. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan studi kasus pada kemitraan antara Koperasi Y dan unit pengolah PT X di Kabupaten Bandung. Analisis yang digunakan meliputi analisis rantai nilai, analisis nilai tambah metode Hayami, serta analisis keberlanjutan menggunakan Multidimensional Scaling (MDS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengolahan cascara memberikan nilai tambah pada setiap pelaku rantai nilai, dengan nilai tambah sebesar Rp5.876/kg pada tingkat Koperasi Y dan Rp12.116/pcs pada unit pengolah. Analisis keberlanjutan menunjukkan bahwa sistem rantai pasok cascara berada pada kategori cukup berkelanjutan dengan nilai indeks 72,93, dengan kinerja tertinggi pada dimensi lingkungan (85,97), diikuti dimensi ekonomi (70,21) dan sosial (62,6). Temuan ini menunjukkan bahwa pemanfaatan cascara berpotensi mendukung pengembangan agroindustri kopi berkelanjutan melalui pemanfaatan produk samping dalam kerangka ekonomi sirkular.
Copyrights © 2026