Agroindustri kolang-kaling memiliki peran strategis dalam mendukung perekonomian perdesaan, namun sistemnya masih menghadapi permasalahan ketimpangan distribusi nilai antar pelaku rantai pasok. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis struktur rantai pasok serta distribusi nilai pada agroindustri kolang-kaling di Kabupaten Tasikmalaya. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Analisis data secara deskriptif digunakan untuk menganalisis struktur rantai sedangkan analisis kuantitatif dilakukan dengan metode distribusi nilai menggunakan tiga indikator matematis yaitu margin pemasaran, price spread, dan farmer’s share. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa struktur rantai pasok melibatkan lima pelaku utama yaitu petani, pengolah, pengepul, pedagang, dan pengecer. Dalam sistem rantai pasok telah berlangsung aliran produk dari hulu ke hilir, serta aliran finansial dan informasi yang belum terdistribusi secara merata. Margin pemasaran terbesar diperoleh oleh pengolah dan pengepul sebesar Rp3.000/kg, sedangkan keuntungan terbanyak diperoleh para pengepul yaitu Rp2.800/kg. Nilai price spread sebesar 68,75% dan farmer’s share sebesar 31,25% menunjukkan bahwa distribusi nilai dalam rantai pasok masih belum berjalan secara adil, dengan dominasi nilai pada pelaku hilir. Oleh karena itu, diperlukan intervensi kebijakan yang berfokus pada penguatan kelembagaan petani dan pengolah, peningkatan akses dan transparansi informasi harga, serta pengembangan pola pemasaran direct selling yang efisien.
Copyrights © 2026