Kepatuhan minum obat merupakan faktor penting dalam keberhasilan pengelolaan penyakit kronis, khususnya pada pasien Program Rujuk Balik (PRB) di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama. Namun, ketidakpatuhan masih menjadi tantangan yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk tingkat pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan tingkat pendidikan dengan kepatuhan minum obat pada pasien PRB di Klinik Blimbing Malang. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional terhadap 73 pasien PRB dengan teknik total sampling. Data diperoleh dari rekam medis. Variabel independen adalah tingkat pendidikan, sedangkan variabel dependen adalah kepatuhan minum obat. Analisis menggunakan uji Chi-square atau Fisher’s exact dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat kepatuhan tinggi (82,2%). Tingkat pendidikan berhubungan signifikan dengan kepatuhan (p = 0,003), sedangkan variabel lain tidak menunjukkan hubungan bermakna. Temuan ini menunjukkan bahwa tingkat pendidikan berperan dalam meningkatkan literasi kesehatan yang memengaruhi perilaku kepatuhan. Oleh karena itu, penguatan edukasi pasien diperlukan untuk mengoptimalkan hasil terapi.
Copyrights © 2026