Latar Belakang : Penuaan menyebabkan berbagai perubahan fisiologis pada tubuh lansia seperti penurunan kekuatan otot, pembekuan sendi, dan fungsi sistem saraf yang dapat mempengaruhi kemampuan aktivitas fisik serta keseimbangan tubuh. Penurunan keseimbangan pada lansia dapat meningkatkan risiko jatuh yang berdampak pada penurunan kualitas hidup. Aktivitas yang dilakukan secara teratur dapat mempertahankan fungsi fisik dan keseimbangan statistik dan dinamis pada lansia. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat aktivitas fisik dengan keseimbangan statistik dan dinamis pada lansia di Posyandu ILP Nusa Indah. Metode : Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional . Populasi oenelitian berjumlah 249 lansia, dengan sampel sebanyak 76 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengukuran tingkat aktivitas fisik menggunakan Physical Activity Scale for the Elderly (PASE) dan pengukuran keseimbangan menggunakan Berg Balance Scale (BBS). Analisis data dilakukan menggunakan Uji Chi-Square Hasil : Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki aktivitas fisik baik sebanyak 54 responden (71,1%) dan keseimbangan baik sebanyak 37 responden (48,7%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat aktivitas fisik dengan keseimbangan statistik dan dinamis pada lansia ( x² = 29,375; p = 0,000) . Kesimpulan : Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat aktivitas fisik dengan keseimbangan statistik dan dinamis pada lansia. Semakin baik aktivitas fisik yang dilakukan oleh lansia, maka semakin baik pula kemampuan keseimbangan tubuhnya. Kata Kunci: Aktivitas Fisik; Lansia; Keseimbangan; PASE; BBS
Copyrights © 2026