Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota
Vol 22, No 2 (2026): JPWK Volume 22 No. 2 June 2026

Kemiskinan Desa dalam Perspektif Keberlanjutan: Pendekatan Multiaspect Sustainability Analysis (MSA) di Kabupaten Kuningan

Casnan Casnan (Program Studi Sistem dan Teknologi Informasi, Universitas Muhammadiyah Kuningan)
Irman Firmansyah (System Dynamics Center)
Heti Triwahyuni (Universitas Muhammadiyah Kuningan)
Ratnawati Ratnawati (Universitas Muhammadiyah Kuningan)
Wawang Anwarudin (Universitas Muhammadiyah Kuningan)
Ilham Ramdhani (Kuningan Institut)



Article Info

Publish Date
30 Jun 2026

Abstract

Kemiskinan di desa masih menjadi persoalan struktural di Kabupaten Kuningan, meskipun berbagai program pengentasan kemiskinan telah dilaksanakan oleh pemerintah daerah. Permasalahan kemiskinan tidak hanya berkaitan dengan aspek ekonomi, tetapi juga dipengaruhi oleh dimensi sosial, lingkungan, dan kelembagaan yang saling berinteraksi secara sistemik. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur status kemiskinan di tiga desa di Kabupaten Kuningan menggunakan pendekatan MSA, menilai kontribusi masing-masing aspek (ekonomi, sosial, lingkungan, dan kelembagaan) terhadap keberhasilan pengentasan kemiskinan di tingkat desa, serta memberikan rekomendasi kebijakan berbasis bukti empiris yang relevan dengan strategi pembangunan desa berkelanjutan di Kabupaten Kuningan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui survei, wawancara, dan data sekunder, Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Analisis data menggunakan MSA yang merupakan teknik multivariat yang dapat digunakan untuk menentukan posisi objek relatif terhadap objek lainnya. Analisis MSA dilakukan terhadap empat aspek utama, yaitu aspek ekonomi, sosial, lingkungan, dan kelembagaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa status kemiskinan desa pada kondisi eksisting berada pada kategori yang sama, yaitu hampir miskin. Hasil skenario terhadap variabel atau faktor yang memengaruhi status kemiskinan di 3 desa bervariasi, seperti Desa Kalimanggis Wetan, nilai statusnya hampir miskin; Desa Taraju, nilai statusnya sejahtera; Desa Margamukti, nilai statusnya tidak miskin. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa upaya pengentasan kemiskinan di Kabupaten Kuningan memerlukan pendekatan multidimensi dan berkelanjutan, serta penguatan kelembagaan desa sebagai penggerak utama pembangunan lokal.

Copyrights © 2026