Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analisis Morfofonemik Muncul Dan Hilangnya Fonem Pada Novel Si Kabayan Jadi Dukun Karya Moh. Ambri Sri Wahyu Lestari; Ratnawati Ratnawati
Lingua Franca:Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 10 No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/lf.v10i1.27677

Abstract

This study was motivated by the decline in the use of Sundanese, especially among young people. Sundanese is rich in new vocabulary generated by the process of affixation. Based on this research background, the objective of this study is to further explore the morphophonemic processes of the Sundanese language in novels. Using a qualitative approach, this study analyzes data in the form of stories from the novel Si Kabayan Jadi Dukun by Moh. Ambri, and analyzes them using four types of morphophonemic processes. A literature review was conducted to collect data. The research method is descriptive and qualitative. The data analysis technique is also descriptive. The instrument used in this study is a data card. Data was collected using the literature review technique. This study produced 369 data points showing that the meaning of words changes based on the affixes that accompany them. In the novel Si Kabayan Jadi Dukun by Moh. Ambri, 185 (48.8%) cases of the morphophonemic process of phoneme emergence were found, while 184 (48.5%) cases of the morphophonemic process of phoneme loss were found. Based on the data obtained, there is a slight difference between the two morphophonemic processes in the novel Si Kabayan Jadi Dukun by Moh. Ambri.
Analisis Reduplikadsi Dalam Novel Dalingding Angin Janari Karya Usep Romli Hamid Martaatmadja Sayyid Abdul Rojak; Ratnawati Ratnawati
Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra dan Pengajaran Vol. 4 No. 2 (2024): Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran
Publisher : Bale Literasi: Lembaga Riset, Pelatihan & Edukasi, Sosial, Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/alinea.v4i2.922

Abstract

Penelitian ini membahas analisis reduplikasi dalam novel Dalingding Angin Janari karya Usep Romli Hamid Martaatmadja, dengan fokus meneliti mengenai bentuk, fungsi, dan arti dari reduplikasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui teknik simak, yaitu mendalami, menelaah, mencatat dan mengidentifikasi bahan bacaan yang akan diteliti. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat delapan bentuk reduplikasi, diantarannya; 1). reduplikasi dwipurwa (68/12,1%). 2). reduplikasi dwipurwa berimbuhan (135/24,5%). 3). reduplikasi dwimadya (28/5,0%). 4). reduplikasi dwimadya berimbuhan (7/1,2%). 5). reduplikasi dwimurni (197/35,5%). 6). reduplikasi dwimurni berimbuhan (83/14,8%). 7). reduplikasi dwireka (33/5,9%). 8). reduplikasi dwireka berimbuhan (7/1,2%), dengan jumlah 558 kata dan persentasi 100%. Hasil dari analisis fungsi ditemukan sebanyak lima bagian, diantara fungsi dari reduplikasi adalah; 1). kata barang/nomina (232/41,5%). 2). kata kerja/verba (141/25,4%). 3). kata Sifat/adjektiva (113/20,2%). 4). kata bilangan/numeralia (24/4,3%). 5). kata pancen/partikel (48/8,6%), total 558. Hasil dari analisis arti jumlahnya sama dengan hasil dari analisis fungsi yaitu 558. Karena dalam penelitian ini, proses untuk mendapatkan hasil dari analsis arti yaitu menggunakan arti leksikal atau arti secara kamus. Maka dari itu hasil arti = hasil fungsi dengan lima pembagian sebanyak 558.
ANALISIS KATA DASAR DALAM NOVEL LEBÉ KABAYAN KARYA AHMAD BAKRI Ervina Farhatunnisa; Ratnawati Ratnawati
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 1 (2026): JURNAL BASTRA EDISI JANUARI 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i1.1932

Abstract

The purpose of this study is to discuss the analysis of basic words in the novel Lebé Kabayan by Ahmad Bakri, this study focuses on examining the form, meaning and function of basic words. In this study using descriptive qualitative methods. Data acquisition through library study techniques or literature reviews, namely by examining, exploring, recording and identifying reading materials to be studied. To obtain the results of the data in this study is by calculating the frequency and percentage of the data. The results of this study show that there are five forms of basic words, including; 1) one-syllable basic words (220 / 7.6%); 2) two-syllable basic words (2261 / 78.4%); 3) three-syllable basic words (347 / 12%); 4) four-syllable basic words (53 / 1.9%); 5) five-syllable basic words (2 / 0.1%), with a total of 2883 data and a percentage of 100%. The results of the analysis of the meaning of basic words with five parts, including; 1) the meaning of one syllable basic words (220/ 7.6%); 2) the meaning of two syllable basic words (2261/ 78.4%); 3) the meaning of three syllable basic words (347/ 12%); 4) the meaning of four syllable basic words (53/ 1.9%); 5) the meaning of five syllable basic words (2/ 0.1%). The results of the basic word functions found five parts, including; 1) the word item (1365/ 47.3%); 2) the verb (391/ 13.6%); 3) the word sipat (169/ 6%); 4) the word number (34/ 1.1%); 5) the word task (924/ 32%).
Kemiskinan Desa dalam Perspektif Keberlanjutan: Pendekatan Multiaspect Sustainability Analysis (MSA) di Kabupaten Kuningan Casnan Casnan; Irman Firmansyah; Heti Triwahyuni; Ratnawati Ratnawati; Wawang Anwarudin; Ilham Ramdhani
Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota Vol 22, No 2 (2026): JPWK Volume 22 No. 2 June 2026
Publisher : Universitas Diponegoro Publishing Group, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pwk.v22i2.81880

Abstract

Kemiskinan di desa masih menjadi persoalan struktural di Kabupaten Kuningan, meskipun berbagai program pengentasan kemiskinan telah dilaksanakan oleh pemerintah daerah. Permasalahan kemiskinan tidak hanya berkaitan dengan aspek ekonomi, tetapi juga dipengaruhi oleh dimensi sosial, lingkungan, dan kelembagaan yang saling berinteraksi secara sistemik. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur status kemiskinan di tiga desa di Kabupaten Kuningan menggunakan pendekatan MSA, menilai kontribusi masing-masing aspek (ekonomi, sosial, lingkungan, dan kelembagaan) terhadap keberhasilan pengentasan kemiskinan di tingkat desa, serta memberikan rekomendasi kebijakan berbasis bukti empiris yang relevan dengan strategi pembangunan desa berkelanjutan di Kabupaten Kuningan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui survei, wawancara, dan data sekunder, Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Analisis data menggunakan MSA yang merupakan teknik multivariat yang dapat digunakan untuk menentukan posisi objek relatif terhadap objek lainnya. Analisis MSA dilakukan terhadap empat aspek utama, yaitu aspek ekonomi, sosial, lingkungan, dan kelembagaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa status kemiskinan desa pada kondisi eksisting berada pada kategori yang sama, yaitu hampir miskin. Hasil skenario terhadap variabel atau faktor yang memengaruhi status kemiskinan di 3 desa bervariasi, seperti Desa Kalimanggis Wetan, nilai statusnya hampir miskin; Desa Taraju, nilai statusnya sejahtera; Desa Margamukti, nilai statusnya tidak miskin. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa upaya pengentasan kemiskinan di Kabupaten Kuningan memerlukan pendekatan multidimensi dan berkelanjutan, serta penguatan kelembagaan desa sebagai penggerak utama pembangunan lokal.