Augmented Reality (AR) telah dikembangkan sebagai media pendidikan interaktif, termasuk untuk memperkenalkan buah-buahan yang bermanfaat bagi kesehatan kulit anak-anak. Studi ini mengembangkan aplikasi AR yang menyajikan visualisasi 3D dari lima jenis buah, yaitu pisang, anggur, semangka, jeruk, dan apel. Tantangan utama yang dihadapi adalah penggunaan memori yang tinggi akibat model 3D resolusi tinggi, yang dapat mengurangi kinerja aplikasi pada perangkat dengan spesifikasi rendah. Untuk mengatasi masalah tersebut, penelitian ini menerapkan teknik penyederhanaan mesh, sebuah metode untuk mengurangi jumlah poligon dalam model 3D tanpa secara signifikan menurunkan kualitas visual. Dua versi aplikasi dikembangkan untuk perbandingan: satu menggunakan model asli dan satu lagi menggunakan model yang disederhanakan yang dibuat dengan Blender. Pengujian dilakukan dengan menjalankan kedua aplikasi selama 30 menit pada perangkat yang sama untuk mengukur penggunaan RAM dan ukuran file aplikasi. Aplikasi ini juga dikembangkan menggunakan standar resolusi visual 720p untuk memastikan penggunaan yang nyaman bagi anak-anak tanpa membebani sistem. Hasilnya menunjukkan bahwa penyederhanaan mesh secara signifikan meningkatkan efisiensi aplikasi. Penggunaan RAM menurun dari 463 MB menjadi 287 MB (peningkatan efisiensi sebesar 37,9%), dan ukuran file aplikasi berkurang dari 290 MB menjadi 233 MB (penurunan sebesar 19,65%). Temuan ini menunjukkan bahwa optimasi model 3D dapat membuat aplikasi AR lebih ringan, lebih stabil, dan lebih efisien.
Copyrights © 2026