ASBTRAK Kenyamanan termal merupakan aspek penting dalam menciptakan lingkungan yang mendukung kesejahteraan dan produktivitas penghuni bangunan. Penelitian ini berfokus pada ruang kelas di SMA Negeri 2 Langsa, yang mengalami kondisi suhu yang panas dan sistem ventilasi yang kurang optimal. Kondisi ini menyebabkan terbatasnya sirkulasi udara, mengakibatkan akumulasi panas di dalam ruangan dan menimbulkan sensasi panas yang tidak nyaman. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan evaluasi terhadap kondisi suhu ruangan, dan sistem ventilasi pada ruang kelas SMA Negeri 2 Langsa. Metode penelitian mencakup analisis kondisi suhu ruangan, dan potensi optimalisasi kenyamanan termal terhadap ruang kelas SMA Negeri 2 Langsa. Hasil pengujian menunjukkan nilai indikator kenyamanan termal menggunakan metode Predicted Mean Vote (PMV) yaitu panas menurut standar ASHRAE-55 (2017), walaupun pada jam tertentu nilai PMV mencapai nilai yang mendekati optimal untuk kenyamanan termal. Sehingga ruang kelas SMA Negeri 2 Langsa dikategorikan tidak nyaman. Kenyamanan termal dipengaruhi oleh suhu, kelembapan, dan aliran udara yang kurang seimbang serta minimnya penggunaan kipas angin. Kata Kunci : Kenyamanan Termal, Gedung RKU, Suhu Ruangan, Ventilasi. ABSTRACT Thermal comfort is an important aspect in creating an environment that supports the well-being and productivity of building occupants. This study focuses on classrooms at SMA Negeri 2 Langsa, which experience hot temperature conditions and suboptimal ventilation systems. These conditions cause limited air circulation, resulting in heat accumulation in the room and causing an uncomfortable sensation of heat. This study aims to evaluate the room temperature conditions and ventilation systems in SMA Negeri 2 Langsa classrooms. The research method includes an analysis of room temperature conditions and the potential for optimizing thermal comfort for SMA Negeri 2 Langsa classrooms. The test results show that the thermal comfort indicator value using the Predicted Mean Vote (PMV) method is hot according to the ASHRAE-55 (2017) standard, although at certain hours the PMV value reaches a value close to optimal for thermal comfort. Therefore, the SMA Negeri 2 Langsa classroom is categorized as uncomfortable. Thermal comfort is influenced by unbalanced temperature, humidity, and airflow as well as the minimal use of fans. Keywords: Thermal Comfort, RKU Building, Room Temperature, Ventilation.
Copyrights © 2026