Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

TEKNIK PENJERNIHAN AIR MENGGUNAKAN LIMBAH CANGKANG KERANG SEBAGAI PENGIKAT ION LOGAM BERBAHAYA PADA AIR Eka Mutia; Ellida Novita Lydia; Nina Fahriana
Global Science Society Vol 2 No 2 (2020): Global Science Society (GSS) Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyaraka
Publisher : LPPM dan PM Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air bersih merupakan kebutuhan hidup manusia yang dimanfaatkan untuk konsumsi dan juga untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Sumber air bersih dapat diperoleh dari sungai, curah hujan dan air permukaan atau dibawah permukaan tanah. Air dari sumber alam dapat diminum oleh manusia,tetapi terdapat risiko bahwa air ini telah tercemar oleh bakteri (misalnya Escherichia coli) atau zat-zat berbahaya. Walaupun bakteri dapat dibunuh dengan memasak air hingga 100 °C, banyak zat berbahaya, terutama logam, tidak dapat dihilangkan dengan cara ini. Untuk itu diperlukan teknik pengolahan untuk menghilangkan bahan berbahaya tersebut. Cangkang kerang mengandung kalsium karbonat yang dapat bereaksi dengan asam kuat sehingga apabila dilarutkan kedalam air dapat mengendapkan kandungan logam yang terdapat dalam air. Tujuan dari pengabdian ini adalah membantu masyarakat didalam memperoleh air bersih bebas dari ion logam (Fe, Pb, Mn dan lain-lain) dengan cara teknik penjernihan air menggunakan serbuk cangkang kerang. Kegiatan yang akan dilakukan yaitu membuat saringan air dengan filter dari serbuk cangkang kerang. Air bersih yang diperoleh masyarakat nantinya akan bebas dari logam berat dan juga masyarakat dapat memanfaatkan limbah cangkang kerang yang selama ini hanya sebagai limbah sampah mencemari tanah dan udara
OPTIMIZING THE CAPABILITY OF VILLAGE EQUIPMENT IN MANAGING VILLAGE FUNDS IN GAMPONG ALUE BEURAWE Firdasari Firda; Nina Fahriana; Haikal Fajri
Global Science Society Vol 3 No 2 (2021): Global Science Society (GSS) Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM dan PM Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/gss.v3i2.4134

Abstract

The management of village funds still needs to be improved so that the government always tries to encourage the development of village funds in order to achieve good management. The preparation of the RAB is an important thing that must be mastered so that the planned quality, cost, and time targets can be in accordance with the ongoing activities. The Community Service Partner is an apparatus of Alue Beurawe Village and this service aims to optimize the ability of village officials in calculating the RAB for village infrastructure. Village officials who participate in this activity will be trained and assisted to make RAB for village infrastructure. The stages of implementing activities begin with coordination with the Keuchik of Alue Beurawe Village; cooperate; make a guidebook for the preparation of the RAB along with its application; coordination of the implementation of training and mentoring activities with partners and the last stage is the implementation of training activities and assistance to village officials. Implementation of activities by conducting socialization of RAB and its constituent components, explanations of reading and understanding technical drawings, discussion of work unit price analysis ( AHSP), calculation of the volume of each work and calculation of RAB. The service output is a guidebook for preparing RAB that can be used by village officials and an application for preparing RAB with Microsoft Excel. This service can be a reference for the village in improving the capacity of human resources in the village. The benefits of this activity are expected to be able to optimize the knowledge, skills and abilities of village officials in preparing village infrastructure budgets. Keywords: budget plan, village fund,
Keterpaduan Lintas Sektoral Dalam Pengembangan Kebijakan Integrated Water Resources Management (IWRM) pada Wilayah Sungai Aceh Meureudu Provinsi Aceh Lely Masthura; Budi S Wignyosukarto; Nina Fahriana; Muhammad Zacky Ardhyan
Jurnal Daur Lingkungan Vol 6, No 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/daurling.v6i1.199

Abstract

Water resources management is a hot topic in the world. Integrated Water Resources Management is a process that integrates water management, land, and other related resources in a coordinated way to maximize economic and social welfare equally without sacrificing the sustainability of vital ecosystems. The principle is formulated in the form of integration of natural systems and human systems, the last concerning the cross-sectoral integrity in policy development; the integration of stakeholders in the process of planning and decision-making and cross-regional integrity. Various water resources management institutions exist in Indonesia, but follow-up in water management is still weak. Some inefficiencies occur in water management in Indonesia. Implementation of existing water policies has not been in accordance with existing laws. The bureaucratic structure is ineffective, thus not contributing to the development of water governance in Indonesia.  This study tries to compile and analysis of some best practices and constraints of interdependent relationships of stakeholders on the process of planning and decision making of integrated water management. The study took place at the Aceh-Meureudu River Basin in Aceh Province, which is one of the national-strategic river basins. The method used in this study was descriptive analytic which illustrate the inter-institution coordination at the river basin in water conservation activities, water resource utilization, and controlling the destructive power of water. The results of these compilations of water resources management in the river basin indicate the differences in implementation caused by differences in regulations between sectors at several district and provincial institutions, even though there is the scheme of water resources management made by and with the approval of Water Resources Management Coordination Team. Some of the planned management schemes were not implemented because of the conflict of regulations. The results of this evaluation should be input for improving the development of water resources management policies in the Aceh-Meureudu River Basin.
INOVASI KEMASAN DAN VARIASI RASA KERUPUK IKAN UNTUK MENINGKATKAN DAYA SAING USAHA KECIL MENENGAH Yusnawati Yusnawati; Muslimah Muslimah; Nina Fahriana
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i1.222-228

Abstract

Usaha kecil menengah Bunda adalah salah satu penghasil kerupuk di desa Kuala Langsa Kecamatan Langsa Barat Kota Langsa provinsi Aceh yang selanjutnya disebut dengan mitra. Berdasarkan observasi yang telah dilakukan tim pengabdi di lokasi mitra, permasalahan yang dihadapi adalah kemasan kurang menarik peminat konsumen dan tidak ada variasi rasa selain rasa original.  Selama ini mitra hanya menjual kerupuk yang sudah dikeringkan saja, tanpa menjual kerupuk dalam kondisi siap dikonsumsi (digoreng). Bagi ibu-ibu yang yang memiliki banyak waktu untuk memasak di rumah, mungkin tidak bermasalah membeli kerupuk yang sudah dikeringkan saja, sementara ibu-ibu yang memiliki jadwal yang padat dan tidak sempat memasak, akan terhambat merasakan enaknya kerupuk yang dihasilkan, karena kerupuk tidak ada yang dijual dalam bentuk siap dikonsumsi. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah mendesain kemasan yang menarik dan menyediakan variasi rasa kerupuk untuk meningkatkan daya saing mitra yang mempu meningkatkan pendapatan. Tahapan yang dilakukan adalah obervasi, koordinasi kegiatan yang akan dilakukan dengan mitra, mendesain kemasan, demonstrasi pembuatan kerupuk aneka rasa, dan pengepakan. Hasil yang diperolah adalah kemasan kerupuk yang memiliki nilai jual yang tinggi dan variasi rasa kerupuk pedas, manis, dan original. Dari kegiatan pengabdian ini mitra mampu meningkatka pendapatan.
Studi Kajian Profil Jalan Tm.Bahrum Kota Langsa – Langsa Fitri Handayani; Nina Fahriana; Defry Basrin
Jurnal Media Teknik Sipil Samudra Vol 1 No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik. Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55377/jmtss.v1i2.2878

Abstract

Jalan raya adalah satu prasarana yang akan mempercepat pertumbuhan dan pengembangan suatu daerah serta akan membuka hubungan social, ekonomi dan budaya antar daerah. Di dalam undang-undang Republik Indonesia No.38 tahun 2004 tentang prasarana jalan, disebutkan bahwa jalan mempunyai peranan penting dalam mewujudkan perkembangan kehidupan bangsa. Maka jalan darat ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat di dalam melaksanakan aktifitas sehari-hari. Cara penelitian yang dilakukan adalah dengan melakukan survei di lapangan untuk mendapatkan data primer maupun data sekunder yang kemudian akan diolah dengan menggunakan persamaan rumus volume harian rata-rata yang diperoleh dari pencacahan jumlah kendaraan di lapangan yang dilakukan selama 3 hari (senin, jumat, minggu) pada jam-jam sibuk dan disajikan dalam bentuk tabel dan grafik data kendaraan, kemudian menggunakan GPS (global positioning system) dan Theodolite langsung pengukuran ke lapangan, lalu menghitung persamaan rumus alinyemen horizontal untuk mengetahui jenis tikungan yang digunakan di jalan TM.Bahrum, serta menggunakan pengukuran langsung di lapangan untuk mengetahui bangunan pelengkap apa saja yang terdapat di jalan TM.Bahrum Kota Langsa dan apakah telah memenuhi standart SNI no.14 tahun 2004. Dari hasil analisis tersebut didapat bahwa jumlah kendaraan terbanyak pada hari jumat pukul 11.00-13.00 pm. Jenis tikungan yang digunakan pada jalan TM.Bahrum Kota Langsa ialah spiral-circle-spiral. Kemudian untuk bangunan pelengkap jalan TM.Bahrum Kota Langsa belum memenuhi standar SNI No.14 tahun 2004.
PLANNING OF MUSHALLA ENGINEERING FACULTY SAMUDRA UNIVERSITY WITH ECO DESIGN CONCEPT Agus Riki; Meilandy Purwandito; Wan Alamsyah; Nina Fahriana
Jurnal Media Teknik Sipil Samudra Vol 2 No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik. Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55377/jmtss.v2i2.4316

Abstract

Mushalla is a very important role in the development and teaching of islam, and one of the supporting facilities in the faculty environment as an increase in spiritual activities and to meet the needs of worship. Therefore, with the planning of this mushalla, it is hoped that it can improve the existing infrastructure in the Faculty of Engineering and produce high quality and highly competitive graduates, especially for graduates of the Civil Engineering Study Program at Samudra University. The purpose of planning this mushalla is; designing a mushalla building design with an architectural concept that is comfortable, effective and environmentally friendly or eco design, designing a mushalla building design that is open and blends with nature. Method of collecting data; field survey, location determination, and data processing. Data processing analysis; calculating the area requirements of the room, making alternative plans and visible designs of the mushalla building. The results of this study can be concluded that the land used has an area of 3.100 m². In planning this Mushalla, three design alternatives are planned, namely; The first alternative mushalla design has a total floor area of 2 floors and a floor area of 380 m² with a rectangular design concept, the second alternative mushalla design has 1 floor and a floor area of 228.16 m² with a pentagon design concept, then the third alternative mushalla design has The number of floors is 2 floors and the floor area is 661 m² with the concept of the Space Frame roof design.
EVALUASI PELAKSANAAN PKM TERINTEGRASI KKN: PENGEMASAN MINYAK SEREH WANGI DESA UMELAH, GAYO LUES Ipak Neneng Mardiah Bukit; Irwansyah; Zulfadhli; Nina Fahriana; Lely Masthura; Marini Bravikawati; Nanik Handayani; Arisna Fauzia
Jurnal Masyarakat Berdikari dan Berkarya (Mardika) Vol 4 No 1 (2026): Jurnal Masyarakat Berdikari dan Berkarya (MARDIKA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55377/mardika.v4i1.15057

Abstract

Pengabdian Kepada Masyarakat terintegrasi Kuliah Kerja Nyata (KKN) bertujuan untuk mengoptimalkan kegiatan KKN mahasiswa dengan kegiatan yang fokus pada pemberdayaan dan peningkatan ekonomi masyarakat berbasis komoditas unggulan di Desa Umelah, Kecamatan Blang Pegayon, Kabupaten Gayo Lues. Produk minyak sereh wangi merupakan usaha rumah tangga yang dilakukan oleh masyarakat di lokasi KKN yang masih dilakukan secara tradisional. Pengemasan hasil produk dilakukan secara sederhana, sehingga tidak memberikan nilai jual yang tingi di pasar yang lebih luas. Pengabdian ini mengenalkan inovasi pengemasan yang lebih baik kepada petani produsen minyak sereh wangi agar semakin meluaskan pasar penjualan produk tersebut. Hasil pengabdian kemudian dievaluasi untuk mengetahui dampak pelaksanaan PKM kepada masyarakat di lokasi KKN dengan menggunakan metode validasi member checking. Dari evaluasi yang dilakukan ditemukan bahwa masyarakat menyambut baik kegiatan PKM Unsam dan Program KKN terintegrasi KKN dapat dilanjutkan sebagai program unggulan Unsam.
Evaluasi Kenyamanan Termal Ruang Kelas Pada SMA Negeri 2 Langsa Lutfi Handika; Nina Fahriana; nova purnama lisa
Jurnal Media Teknik Sipil Samudra Vol 7 No 1 (2026): April 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik. Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ASBTRAK Kenyamanan termal merupakan aspek penting dalam menciptakan lingkungan yang mendukung kesejahteraan dan produktivitas penghuni bangunan. Penelitian ini berfokus pada ruang kelas di SMA Negeri 2 Langsa, yang mengalami kondisi suhu yang panas dan sistem ventilasi yang kurang optimal. Kondisi ini menyebabkan terbatasnya sirkulasi udara, mengakibatkan akumulasi panas di dalam ruangan dan menimbulkan sensasi panas yang tidak nyaman. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan evaluasi terhadap kondisi suhu ruangan, dan sistem ventilasi pada ruang kelas SMA Negeri 2 Langsa. Metode penelitian mencakup analisis kondisi suhu ruangan, dan potensi optimalisasi kenyamanan termal terhadap ruang kelas SMA Negeri 2 Langsa. Hasil pengujian menunjukkan nilai indikator kenyamanan termal menggunakan metode Predicted Mean Vote (PMV) yaitu panas menurut standar ASHRAE-55 (2017), walaupun pada jam tertentu nilai PMV mencapai nilai yang mendekati optimal untuk kenyamanan termal. Sehingga ruang kelas SMA Negeri 2 Langsa dikategorikan tidak nyaman. Kenyamanan termal dipengaruhi oleh suhu, kelembapan, dan aliran udara yang kurang seimbang serta minimnya penggunaan kipas angin. Kata Kunci : Kenyamanan Termal, Gedung RKU, Suhu Ruangan, Ventilasi. ABSTRACT Thermal comfort is an important aspect in creating an environment that supports the well-being and productivity of building occupants. This study focuses on classrooms at SMA Negeri 2 Langsa, which experience hot temperature conditions and suboptimal ventilation systems. These conditions cause limited air circulation, resulting in heat accumulation in the room and causing an uncomfortable sensation of heat. This study aims to evaluate the room temperature conditions and ventilation systems in SMA Negeri 2 Langsa classrooms. The research method includes an analysis of room temperature conditions and the potential for optimizing thermal comfort for SMA Negeri 2 Langsa classrooms. The test results show that the thermal comfort indicator value using the Predicted Mean Vote (PMV) method is hot according to the ASHRAE-55 (2017) standard, although at certain hours the PMV value reaches a value close to optimal for thermal comfort. Therefore, the SMA Negeri 2 Langsa classroom is categorized as uncomfortable. Thermal comfort is influenced by unbalanced temperature, humidity, and airflow as well as the minimal use of fans. Keywords: Thermal Comfort, RKU Building, Room Temperature, Ventilation.
Analisis Standarisasi Pemeliharaan Bangunan Sekolah Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Langsa Adam Ramanda; firda sari; irwansyah; Nina Fahriana
Jurnal Media Teknik Sipil Samudra Vol 7 No 1 (2026): April 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik. Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKBangunan gedung sekolah merupakan prasarana dasar yang berperan penting dalam mendukung kelangsungan proses belajar mengajar. Keberlanjutan fungsi bangunan sangat dipengaruhi oleh kegiatan pemeliharaan yang dilakukan secara sistematis dan sesuai standar. Namun, di lapangan masih banyak ditemukan sekolah yang belum menerapkan standar pemeliharaan bangunan secara optimal, terutama di daerah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian penerapan standar pemeliharaan bangunan Sekolah Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Langsa yang berlokasi di Jl. Jend. A. Yani, Gampong Teungoh, Kecamatan Langsa Kota, Kota Langsa, Provinsi Aceh, berdasarkan Permendiknas No. 24/PRT/M/2007. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kuantitatif dengan mengolah data deskriptif dan kuantitatif. Data diperoleh melalui observasi langsung terhadap kondisi fisik bangunan, wawancara dengan pihak sekolah, serta telaah terhadap dokumen standar pemeliharaan bangunan sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pemeliharaan di MIN 1 Langsa sarana dan prasarana di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Langsa menunjukkan bahwa tingkat pemeliharaan sarana memperoleh nila rata-rata 29,7 dan prasarana 2,666, keduanya berada pada kategori cukup sesuai dengan ketentuan. Meskipun sebagian fasilitas telah berfungsi, hasil observasi menunjukkan masih terdapat kekurangan pada beberapa komponen, seperti keterbatasan ruang kelas, perlengkapan ruang tata usaha, perpustakaan, lapangan olahraga, serta fasilitas kebersihan guru dan siswa yang belum memenuhi standar. Oleh karena itu diperlukan langkah strategis dalam bentuk peningkatan dan penambahan sarana dan prasarana secara terencana, terukur, dan berkelanjutan. Upaya ini diharapkan dapat memastikan terpenuhinya standar pemeliharaan sarana dan prasarana untuk mendukung penyelenggaraan kegiatan pembelajaran yang efektif, efisien, serta sesuai dengan regulasi yang berlaku. Kata Kunci: Pemeliharaan Bangunan, Standarisasi Sarana dan Prasarana, Permendiknas No. 24/PRT/M/2007, Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Langsa.ABSTRACTSchool buildings constitute fundamental infrastructure that plays a vital role in supporting the continuity of the teaching and learning process. The sustainability of a building’s function is strongly influenced by maintenance activities carried out systematically and in accordance with established standards. However, in practice, many schools particularly in regional areas have not yet implemented building maintenance standards optimally. This study aims to analyze the conformity of the implementation of building maintenance standards at Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Langsa, located on Jl. Jend. A. Yani, Gampong Teungoh, Langsa Kota District, Langsa City, Aceh Province, based on the Regulation of the Minister of National Education No. 24/PRT/M/2007. The research employs a descriptive quantitative analysis method by processing both descriptive and quantitative data. Data were collected through direct observation of the physical condition of the building, interviews with school personnel, and a review of school building maintenance standard documents. The results indicate that the implementation of maintenance for facilities and infrastructure at MIN 1 Langsa shows that the average maintenance score for facilities is 29.7 and for infrastructure is 2.666, both categorized as moderately compliant with the established standards. Although several facilities are functioning properly, observations reveal deficiencies in certain components, such as the limited number of classrooms, insufficient administrative office equipment, library facilities, sports field, and hygiene facilities for teachers and students that have not yet met the required standards. Therefore, strategic measures are necessary in the form of planned, measurable, and sustainable improvements and additions to facilities and infrastructure. These efforts are expected to ensure compliance with maintenance standards for facilities and infrastructure in order to support the implementation of effective and efficient learning activities in accordance with applicable regulations. Keywords: Building Maintenance, Facility and Infrastructure Standardization, Ministerial Regulation No. 24/PRT/M/2007, Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Langsa.