Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan gambaran emotional intelligence dan kepekaan cyberbullying serta menganalisis hubungan antara kedua variabel pada siswa SMK Unggulan Husada Banjarmasin. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan desain korelasional, yang melibatkan 133 sampel siswa yang dipilih melalui simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan instrumen angket berskala Likert 1-5. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji korelasi Pearson Product Moment. Hasil menunjukkan tingkat emotional intelligence dan kepekaan cyberbullying siswa berada pada kategori sedang. Siswa mampu mengelola emosi, mengenali bentuk dan dampak cyberbullying namun masih cenderung menormalisasi perilaku negatif di media digital yang bersifat samar di lingkungan sekitarnya. Uji korelasi menghasilkan nilai r = 0,559 dengan Sig. (2-tailed) < 0,001, yang menunjukkan terdapat hubungan positif yang signifikan antara kedua variabel. Semakin tinggi emotional intelligence siswa maka semakin tinggi kepekaan mereka dalam mendeteksi dan merespons cyberbullying di lingkungan digital. Hasil ini mengimplikasikan perlunya pengembangan layanan bimbingan dan konseling yang berfokus pada peningkatan kecerdasan emosional, literasi digital, serta penguatan ekosistem sosial siswa sebagai upaya pencegahan cyberbullying di sekolah. Penelitian selanjutnya disarankan mengembangkan kontruks kepekaan cyberbullying, mengeksplorasi variabel lain seperti, regulasi emosi, pola asuh orang tua, dan lain-lain serta memperluas sampel penelitian pada sekolah SMK lain di Indonesia.
Copyrights © 2026