Pola konsumsi karbohidrat yang buruk dan aktivitas fisik yang rendah merupakan faktor risiko utama ketidakstabilan glikemik pada penderita Diabetes Mellitus (DM) tipe II. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola konsumsi karbohidrat (jenis, jumlah, frekuensi) dan aktivitas fisik dengan kadar glukosa darah pada penderita DM tipe II di Puskesmas Kediri III, Kabupaten Tabanan. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan desain cross-sectional terhadap 45 sampel yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui formulir FFQ dan kuesioner GPAQ, kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi Rank Spearman. Mayoritas sampel mengonsumsi jenis karbohidrat yang beragam (57,8%), namun memiliki jumlah konsumsi berlebih (71,1%) dan frekuensi sering (42,2%). Sebagian besar sampel (51,1%) melakukan aktivitas fisik kategori sedang. Terdapat hubungan yang signifikan antara pola konsumsi karbohidrat (p < 0,05) dan aktivitas fisik (p < 0,05) dengan kadar glukosa darah pada penderita DM tipe II. Ada hubungan antara pola konsumsi karbohidrat dan aktivitas fisik dengan kadar glukosa darah. Penderita DM tipe II disarankan untuk mengatur pola makan, terutama dalam pemilihan jenis dan jumlah karbohidrat, serta meningkatkan aktivitas fisik secara teratur untuk menjaga kestabilan kadar glukosa darah. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa pengendalian kadar glukosa darah pada penderita DM tipe II dapat ditingkatkan melalui edukasi gizi yang berfokus pada pengaturan jenis, jumlah, dan frekuensi konsumsi karbohidrat serta peningkatan aktivitas fisik secara teratur sebagai bagian dari upaya pencegahan komplikasi diabetes.
Copyrights © 2026