Gusti Ayu Dewi Kusumayanti
Poltekkes Kemenkes Denpasar, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Pola Konsumsi Karbohidrat Dan Aktivitas Fisik Dengan Kadar Glukosa Darah Penderita Diabetes Mellitus Tipe II di Puskesmas Kediri III Kabupaten Tabanan Putu Jasmine Jacinda Pramita; Gusti Ayu Dewi Kusumayanti; I Komang Agusjaya Mataram
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 3 No. 1 (2026): Juni
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v3i1.891

Abstract

Pola konsumsi karbohidrat yang buruk dan aktivitas fisik yang rendah merupakan faktor risiko utama ketidakstabilan glikemik pada penderita Diabetes Mellitus (DM) tipe II. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola konsumsi karbohidrat (jenis, jumlah, frekuensi) dan aktivitas fisik dengan kadar glukosa darah pada penderita DM tipe II di Puskesmas Kediri III, Kabupaten Tabanan. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan desain cross-sectional terhadap 45 sampel yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui formulir FFQ dan kuesioner GPAQ, kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi Rank Spearman. Mayoritas sampel mengonsumsi jenis karbohidrat yang beragam (57,8%), namun memiliki jumlah konsumsi berlebih (71,1%) dan frekuensi sering (42,2%). Sebagian besar sampel (51,1%) melakukan aktivitas fisik kategori sedang. Terdapat hubungan yang signifikan antara pola konsumsi karbohidrat (p < 0,05) dan aktivitas fisik (p < 0,05) dengan kadar glukosa darah pada penderita DM tipe II. Ada hubungan antara pola konsumsi karbohidrat dan aktivitas fisik dengan kadar glukosa darah. Penderita DM tipe II disarankan untuk mengatur pola makan, terutama dalam pemilihan jenis dan jumlah karbohidrat, serta meningkatkan aktivitas fisik secara teratur untuk menjaga kestabilan kadar glukosa darah. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa pengendalian kadar glukosa darah pada penderita DM tipe II dapat ditingkatkan melalui edukasi gizi yang berfokus pada pengaturan jenis, jumlah, dan frekuensi konsumsi karbohidrat serta peningkatan aktivitas fisik secara teratur sebagai bagian dari upaya pencegahan komplikasi diabetes.
Hubungan Asupan Zat Gizi Mikro dan Serat Serta Status Gizi dengan Hipertensi di Puskesmas Kediri III Kabupaten Tabanan Ni Kadek Herliana Putri Wahyudana; Gusti Ayu Dewi Kusumayanti; Ni Made Yuni Gumala
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 3 No. 1 (2026): Juni
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v3i1.898

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi penyebab utama kematian di dunia dan dikenal sebagai silent killer karena sering tidak menimbulkan gejala. Kejadian hipertensi dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah asupan zat gizi mikro, asupan serat, dan status gizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan asupan zat gizi mikro, asupan serat, serta status gizi dengan hipertensi di Puskesmas Kediri III Kabupaten Tabanan. Rancangan penelitian ini menggunakan observasional analitik dengan pendekatan cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 45 sampel yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Data asupan zat gizi mikro dan serat dikumpulkan menggunakan metode food recall 2x24 jam, status gizi diukur menggunakan RLPP, serta tekanan darah diukur untuk menentukan status hipertensi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara asupan natrium (p = 0,001), kalsium (p = 0,003), kalium (p = 0,009), dan magnesium (p = 0,030) dengan hipertensi, sedangkan asupan serat (p = 0,754) dan status gizi berdasarkan RLPP (p = 0,384) tidak berhubungan dengan hipertensi. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa pengaturan asupan zat gizi mikro melalui penerapan pola makan sehat seperti diet DASH dapat menjadi salah satu strategi nonfarmakologis dalam membantu pengendalian tekanan darah pada penderita hipertensi. Disarankan kepada masyarakat untuk mengontrol asupan natrium dan meningkatkan konsumsi makanan sumber mineral guna membantu menjaga tekanan darah tetap normal serta melakukan pemeriksaan tekanan darah secara rutin.