Masalah gizi pada balita seperti stunting, gizi kurang, dan berat badan tidak naik dua kali berturut-turut (2T) masih menjadi perhatian karena dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan anak. Rendahnya nafsu makan menyebabkan tingkat konsumsi zat gizi balita menjadi tidak optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh implementasi Model Ginalatrik terhadap nafsu makan dan tingkat konsumsi pada balita di Desa Batubulan Kangin. Penelitian ini menggunakan desain eksperimental dengan rancangan one group pretest-posttest dan teknik total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 21 balita. Intervensi berupa edukasi gizi, pijat Tuina, dan latihan psikomotorik dilakukan selama satu bulan. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner nafsu makan dan food recall 1x24 jam, kemudian dianalisis menggunakan uji paired sample t-test dan Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan nafsu makan balita setelah diberikan intervensi dengan hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai Z sebesar -3,633 dan nilai p=0,001 (p<0,005) yang berarti terdapat pengaruh signifikan implementasi Model Ginalatrik terhadap nafsu makan balita. Tingkat konsumsi energi, protein, lemak, dan karbohidrat juga mengalami peningkatan dengan hasil uji statistik menunjukkan nilai p=0,001 (p<0,005) sehingga terdapat pengaruh signifikan implementasi Model Ginalatrik terhadap tingkat konsumsi balita. Dapat disimpulkan bahwa implementasi Model Ginalatrik berpengaruh terhadap peningkatan nafsu makan dan tingkat konsumsi pada balita sehingga dapat dijadikan sebagai alternatif intervensi dalam upaya perbaikan status gizi balita.
Copyrights © 2026