Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kondisi sosial-ekonomi masyarakat di sekitar Koperasi Merah Putih serta menganalisis peran koperasi dalam mendukung pembangunan lokal yang berkelanjutan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kondisi perekonomian pedesaan di Indonesia yang masih bergantung pada sektor pertanian dan sumber daya alam, sehingga membatasi mobilitas ekonomi serta akses masyarakat terhadap layanan dasar. Permasalahan penelitian berfokus pada terbatasnya akses masyarakat terhadap permodalan, kesempatan kerja formal, dan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sebelum berdirinya koperasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Koperasi Merah Putih berkontribusi secara signifikan dalam meningkatkan aksesibilitas ekonomi melalui berbagai unit usaha yang menyediakan kebutuhan pokok, pupuk, layanan simpan pinjam, serta fasilitas pembayaran digital. Layanan tersebut mampu mengatasi kendala struktural yang selama ini terkait dengan jaringan distribusi dan akses keuangan. Penelitian juga menemukan adanya peningkatan partisipasi sosial, termasuk keterlibatan perempuan dan generasi muda, yang mencerminkan meningkatnya inklusivitas dalam aktivitas ekonomi lokal. Selain itu, koperasi turut mendukung keberlanjutan lingkungan melalui penyediaan sarana produksi pertanian serta pengembangan tanaman herbal dan pupuk organik. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa Koperasi Merah Putih berfungsi sebagai institusi ekonomi yang inklusif dalam memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat, memperluas akses yang adil terhadap sumber-sumber penghidupan, serta mendorong transformasi menuju pembangunan pedesaan yang berkelanjutan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Koperasi Merah Putih memiliki peran strategis sebagai model ekonomi berbasis masyarakat yang mampu meningkatkan kesejahteraan, memberdayakan masyarakat, dan mendukung keberlanjutan jangka panjang. Temuan ini menegaskan potensi koperasi sebagai model yang dapat direplikasi dalam transformasi ekonomi pedesaan.
Copyrights © 2026