Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

EKSISTENSI TUKANG BECAK DITENGAH DOMINASI OJEK ONLINE DI KOTA PALANGKA RAYA Yuseva Yuseva; Anisa Pebrianti; Iman Irawansyah
Jurnal Ilmiah Sosiologi Agama (JISA) Vol 9, No 1 (2026)
Publisher : Sociology of Religion Study Program, Faculty of Social Sciences, North Sumatra State Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jisa.v9i1.29324

Abstract

Traditional modes of transportation such as becaks are part of the informal economy and have long facilitated the movement of people in cities across Indonesia. This study aims to examine the presence of becak drivers amidst the rise of app-based transportation and the strategies they employ to survive in Palangka Raya. The study employs a qualitative descriptive approach, with data collected through interviews, field observations, and documentation. Informants were selected using purposive sampling, while data analysis was conducted using the interactive model by Miles and Huberman. This study employs James C. Scott’s “Survival Mechanisms” theoretical framework, which encompasses three strategies: leveraging social networks, seeking alternative income sources, and adhering to the principle of “cost-saving.” The findings reveal that the presence of online ride-hailing services significantly impacts the economic conditions of becak drivers. This results in low and unstable daily incomes. In response, they seek other jobs, change their operating locations, and wait for passengers without a clear plan. Although their numbers have decreased, pedicab drivers remain because they play an important social role around traditional markets.
Penyuluhan Kesehatan Seksualitas Reproduksi Remaja dan Layanan Pemeriksaan VCT Gratis Bagi Siswa SMPN 3 Palangka Raya Windi Susetyo Ningrum; M. Zainuddin Lutfi Fauzi; Iman Irawansyah; Atem Atemq; Juli Natalia Silalahi; Ade Fristy Syahara; Dhanu Pitoyo; Andrie Elia; Ida Bagus Suryanatha; Paulus Alfons Yance Dhanarto
Journal of Community Development Vol. 6 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v6i2.1780

Abstract

Tujuan Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini berupaya meningkatkan literasi kesehatan reproduksi siswa melalui pelatihan edukatif dan interaktif di SMPN 11 Palangka Raya. Upaya ini penting dilakukan untuk memastikan bahwa siswa memperoleh informasi yang benar, dapat dipertanggungjawabkan, dan sesuai dengan tahap perkembangan mereka. Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu membentuk pola pikir remaja agar lebih kritis dalam menyaring informasi terkait seksualitas di era digital. Metode kegiatan meliputi konsultasi dengan mitra, perizinan, persiapan media pendukung, pelaksanaan pelatihan, evaluasi, serta publikasi hasil kegiatan. Pelatihan menghadirkan Ketua PKBI Kota Palangka Raya sebagai fasilitator utama yang menyampaikan materi terkait pubertas, perilaku seksual berisiko, kesehatan organ reproduksi, dan pentingnya literasi seksual di era digital. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa sangat antusias dan aktif dalam diskusi, tanya jawab, serta kuis edukatif. Pihak sekolah dan peserta memberikan respons positif, menilai kegiatan sangat bermanfaat dan sesuai kebutuhan remaja. Pelaksanaan kegiatan juga didukung kolaborasi efektif antara SMPN 11 Palangka Raya dan PKBI Kota Palangka Raya. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah pelatihan berjalan dengan baik dan berhasil meningkatkan pemahaman siswa mengenai kesehatan reproduksi. Namun, kegiatan selanjutnya perlu dilengkapi dengan instrumen evaluasi seperti pre-test dan post-test guna mengukur peningkatan pengetahuan secara lebih objektif. PKM ini diharapkan menjadi program berkelanjutan sehingga mampu memperkuat pemahaman remaja, mendorong keputusan yang lebih bijaksana, serta mencegah perilaku yang berisiko bagi perkembangan mereka di masa depan.
Dari Pekarangan ke Pasar: Pemberdayaan Ibu PKK Kalampangan melalui Inovasi Jamu Serbuk Berbasis Tanaman Obat Keluarga Osi Saragih; Iman Irawansyah; Dewi Rakhmawati; Melinda Prawati; Adis Extrada; Aida Rahma
Journal of Community Development Vol. 6 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v6i2.1795

Abstract

Program pengabdian ini merupakan sarana untuk memajukan ibu-ibu PKK di Desa Kalampangan khususnya pada Pelatihan tentang ekstraksi tanaman obat keluarga bubuk herbal (TOGA). Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan kembali nilai budaya lokal dengan menggunakan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) sebagai live pharmacy yang  tidak hanya bermanfaat untuk kesehatan keluarga namun juga memiliki nilai ekonomi. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian ini dengan pendekatan partisipatif dan berbasis pemberdayaan, melalui pelibatan ibu-ibu PKK Desa Kalampangan sebagai subjek utama. Metode ini dirancang untuk meningkatkan pengetahuan, kemandirian ekonomi, dan ketrampilan. Rangkaian kegiatan dalam pengabdian ini dilaksanakan melalui beberapa tahapan yaitu Pemberian edukasi manfaat TOGA (Tanaman Obat Keluarga), serta praktik pengolahan jamu. Kegiatan ini melibatkan Dosen, Pelatih profesional (Fasilitator), Mahasiswa, dan Pemangku Kepentingan Desa yang berpartisipasi dengan hasil yang diwujudkan dalam video kegiatan, publikasi online, dan pendaftaran kekayaan intelektual. Program kegiatan pemberdayaan ini mendukung SDGS 2 (Tanpa Kelaparan) dan SDGS 5 (Kesetaraan Gender). Kegiatan ini juga berkontribusi terhadap IKU 3 yaitu keikutsertaan Dosen dalam kegiatan di luar kampus bersama masyarakat. Pelatihan ini juga dilandasi oleh lintas keilmuan, yaitu: antropologi kesehatan untuk mengetahui budaya TOGA yang dipraktikkan, komunikasi sosiologi untuk menyusun strategi penyuluhan yang lebih efektif dan efisien, manajemen pemasaran untuk mengembangkan strategi pendistribusian dan promosi produk; administrasi dalam proses legalitas dan penerapan sertifikasi halal. Melalui pendekatan holistik ini, Ibu PKK Kalampangan diharapkan mampu mendapatkan kapabilitas dalam mempelajari hal-hal baru dan pemberdayaan ekonomi, juga membuka peluang usaha yang berkelanjutan dengan menghasilkan produk yang berkualitas (bersih dan higienis) dan mudah dijual di pasaran.
Koperasi Desa Merah Putih dalam Pembangunan Berkelanjutan Berbasis Sustainable Livelihood Approach Iman Irawansyah; Atem Atem
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 10, No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v10i2.2026.1606-1617

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kondisi sosial-ekonomi masyarakat di sekitar Koperasi Merah Putih serta menganalisis peran koperasi dalam mendukung pembangunan lokal yang berkelanjutan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kondisi perekonomian pedesaan di Indonesia yang masih bergantung pada sektor pertanian dan sumber daya alam, sehingga membatasi mobilitas ekonomi serta akses masyarakat terhadap layanan dasar. Permasalahan penelitian berfokus pada terbatasnya akses masyarakat terhadap permodalan, kesempatan kerja formal, dan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sebelum berdirinya koperasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Koperasi Merah Putih berkontribusi secara signifikan dalam meningkatkan aksesibilitas ekonomi melalui berbagai unit usaha yang menyediakan kebutuhan pokok, pupuk, layanan simpan pinjam, serta fasilitas pembayaran digital. Layanan tersebut mampu mengatasi kendala struktural yang selama ini terkait dengan jaringan distribusi dan akses keuangan. Penelitian juga menemukan adanya peningkatan partisipasi sosial, termasuk keterlibatan perempuan dan generasi muda, yang mencerminkan meningkatnya inklusivitas dalam aktivitas ekonomi lokal. Selain itu, koperasi turut mendukung keberlanjutan lingkungan melalui penyediaan sarana produksi pertanian serta pengembangan tanaman herbal dan pupuk organik. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa Koperasi Merah Putih berfungsi sebagai institusi ekonomi yang inklusif dalam memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat, memperluas akses yang adil terhadap sumber-sumber penghidupan, serta mendorong transformasi menuju pembangunan pedesaan yang berkelanjutan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Koperasi Merah Putih memiliki peran strategis sebagai model ekonomi berbasis masyarakat yang mampu meningkatkan kesejahteraan, memberdayakan masyarakat, dan mendukung keberlanjutan jangka panjang. Temuan ini menegaskan potensi koperasi sebagai model yang dapat direplikasi dalam transformasi ekonomi pedesaan.
Resiliensi Nelayan Sebangau Dalam Mempertahankan Mata Pencaharian : Sebuah Kajian Fenomenologi Osi Karina Saragih; Joni Rusmanto; Ester Sonya Ulfaritha Lapalu; Iman Irawansyah; M. Zainuddin Lutfi Fauzi; Elia Damayanti
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 9, No 4 (2025): November 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v9i4.2025.2428-2436

Abstract

Perubahan musim secara signifikan memengaruhi pendapatan nelayan, menghadirkan tantangan yang kompleks bagi mereka. Selama musim hujan, ketika ikan bermigrasi dan menyebar, hasil tangkapan menurun drastis. Di sisi lain, meskipun potensi tangkapan besar tinggi di musim kemarau, harga jual yang rendah akibat kelebihan pasokan seringkali menyebabkan nelayan mengalami kerugian. Selain itu, ancaman kebakaran lahan selama musim kemarau juga menghambat mata pencaharian mereka dan lingkungan sekitar. Intensitas musim hujan yang tinggi juga menimbulkan risiko banjir. Nelayan dihadapkan pada tantangan yang kompleks akibat perubahan musim. Hasil Focus Group Discussion (FGD) mengungkapkan bahwa terdapat tiga kapasitas ketahanan di Kelurahan Kereng Bangkirai: pengetahuan lokal nelayan selama transisi musim merupakan aset berharga, diversifikasi mata pencaharian nelayan sebagai pendapatan alternatif, dan kelompok nelayan sebagai aset jaringan sosial. Namun, kapasitas ketahanan nelayan cenderung terbatas pada strategi pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Masih terdapat tantangan yang harus dihadapi nelayan, terutama dalam hal data sumber daya manusia.
Work Study Balance Di Kalangan Mahasiswa Pekerja : Studi Kasus Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Palangka Raya Yuseva Yuseva; Anisa Pebrianti; Iman Irawansyah
EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI ) Vol 9 No 1 (2026): Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/es.v9i1.4469

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana mahasiswa yang bekerja di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Palangka Raya mampu menjaga keseimbangan antara belajar dan bekerja, serta memahami cara mereka mengatur dua peran tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan mengumpulkan data dengan cara wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa yang sekaligus bekerja menghadapi konflik peran, seperti perubahan jadwal antara kuliah dan pekerjaan, keterbatasan waktu dalam menyelesaikan tugas, serta kelelahan fisik dan tekanan mental. Dalam perspektif teori peran Robert Linton mengatakan situasi seperti itu terjadi karena seseorang memiliki banyak tugas atau peran yang harus dipenuhi ketika menjalani lebih dari satu status sosial . Konflik peran yang muncul tidak membuat siswa berhenti dari salah satu peran , melainkan mendorong mereka untuk menggunakan berbagai cara menyesuaikan diri. Strategi yang ditemukan dalam penelitian ini mencakup pengaturan waktu dengan disiplin , menentukan prioritas saat ada benturan tugas, menggunakan waktu senggang untuk menyelesaikan pekerjaan, serta berkomunikasi dengan tempat kerja untuk mencapai kesepakatan mengenai jadwal. Jadi, keseimbangan antara belajar dan bekerja yang dirasakan siswa tidak berarti tidak ada konflik, tetapi itu hasil dari proses mengelola dan menyesuaikan peran secara terus-menerus.