Kebugaran jasmani merupakan aspek penting dalam tumbuh kembang anak usia dini, rendahnya ilmu pengetahuan atletik dan kurangnya pelatihan dasar atletik di lingkungan pedesaan menjadi perhatian utama. Siswa sekolah dasar merupakan individu yang aktif dan selalu ingin melakukan gerakan yang belum diketahui. Tujuan pelatihan dasar atletik adalah menambah pengetahuan baru tentang dasar atletik dan mengetahui tingkat kebugaran siswa, selanjutnya terbentuk kelompok latihan atletik siswa Desa Temuan Sari secara berkelanjutan. Karena masih rendahnya ilmu pengetahuan gerak dasar atletik dan ditemukannya siswa yang masih memiliki tingkat kebugaran yang masih rendah. Dengan di adakan pelatihan ini dapat mengembangkan keterampilan dasar atletik sebagai awal dalam pembentukan kebugaran jasmani, sehingga siswa dapat melakukan kegiatan lebih baik tanpa mengalami kelelahan yang berlebihan. Berdasarkan data pretest dan posttest siswa Desa Temuan Sari, terlihat adanya perkembangan kemampuan fisik pada tiga aspek yang diuji, yaitu lari 20 meter, lompat jauh, dan lempar bola medicine. Pada tes lari 20 meter, sebagian besar siswa menunjukkan sedikit peningkatan kecepatan. Perubahan waktu tidak terlalu besar, namun beberapa siswa seperti Reza dan Ariyanto mengalami perbaikan waktu yang menunjukkan peningkatan kemampuan sprint. Peningkatan paling menonjol terlihat pada tes lompat jauh. Hampir seluruh siswa mengalami peningkatan jarak lompatan antara 10–40 cm. Beberapa siswa seperti Robert, Jamil Azhari, Amut, dan Riko menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan. Hal ini menunjukkan adanya perkembangan yang kuat pada daya ledak dan kekuatan otot tungkai.
Copyrights © 2026