Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memetakan profil tingkat kebugaran jasmani Olahraga lari jarak jauh merupakan cabang atletik yang tidak hanya menguras energi fisik, melainkan juga menuntut kapasitas psikologis yang luar biasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan mendeskripsikan secara mendalam gambaran ketangguhan mental (mental toughness) yang dimiliki oleh atlet lari jarak jauh Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Kabupaten Batanghari saat menghadapi situasi tekanan tinggi dalam perlombaan. Menggunakan metode pendekatan kualitatif deskriptif, kajian ini mengurai bagaimana manifestasi ketangguhan mental bekerja dalam mengatasi persepsi rasa sakit fisik (pain perception) dan kecemasan kognitif, serta bagaimana peran taktis pelatih dalam membangun resiliensi atlet. Informan utama terdiri dari atlet lari jarak jauh aktif (nomor 5.000 meter, 10.000 meter, dan marathon) yang berpengalaman bertanding di tingkat regional, dengan pelatih kepala serta pengurus bidang pembinaan prestasi sebagai informan pendukung. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi partisipatif saat simulasi lomba, dan studi dokumentasi, yang kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman (reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan). Kerangka berpikir memosisikan ketangguhan mental sebagai penyaring stres aktif yang menjaga efisiensi berlari (running economy) dan mengatasi kejenuhan di kilometer-kilometer akhir lintasan.
Copyrights © 2026