Penelitian ini mengkaji bentuk dan struktur musikal Ansambel Gong Tanah di Gunung Sahilan, Kampar, sebagai praktik musik tradisional yang masih terbatas mendapat perhatian dalam kajian musikologi. Ansambel ini terdiri atas tiga instrumen utama, yaitu Gong Tanah sebagai instrumen beresonansi tanah, Gambang sebagai instrumen melodis berbahan kayu, dan Katepak sebagai unsur ritmis yang dihasilkan dari penutup resonator Gong Tanah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis organisasi musikal Ansambel Gong Tanah, terutama aspek instrumentasi, kecenderungan penalaan, konstruksi melodi, pola ritme, motif, frase, perioda, kadens, interval, dan bentuk lagu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan musikologis. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, studi pustaka, dokumentasi audio-visual, dan transkripsi musik. Analisis difokuskan pada beberapa repertoar, yaitu Kakak Timbang Baju dan Timbang Baju Tuok Kakak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa repertoar Ansambel Gong Tanah dibangun melalui motif independen dan motif derivatif, frase simetris dengan perluasan, pola melodi repetitif, serta organisasi metrik 4/4. Peran melodis dimainkan oleh Polalu, sedangkan Poningkah membangun pola dasar pada instrumen Gambang. Sementara itu, Gong Tanah dan Katepak berfungsi sebagai unsur ritmis dan aksentuasi dalam tekstur ansambel. Repertoar yang dianalisis menunjukkan bentuk lagu satu bagian yang ditandai oleh pengulangan dan durasi permainan yang fleksibel sesuai ekspresi musikal pemain. Penelitian ini berkontribusi terhadap dokumentasi dan pemahaman musikologis atas tradisi musik lokal Kampar serta menegaskan Ansambel Gong Tanah sebagai bentuk kreativitas musikal masyarakat Gunung Sahilan.
Copyrights © 2026