Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Rain Sound Design at ISI Padangpanjang as an Environmental Sound-Based Multimedia Music Work Raihan Jamil; Emridawati Emridawati; Ibnu Sina; Nursyirwan Nursyirwan; Ade Syahputra
Musica: Journal of Music Vol 6, No 1 (2026): MUSICA : JOURNAL OF MUSIC
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/musica.v6i1.4739

Abstract

Rain Sound Design at ISI Padangpanjang as an Environmental Sound-Based Multimedia Music Work is a multimedia music work inspired by the sonic phenomenon of rain within the campus environment of ISI Padangpanjang. This work aims to explore the potential of environmental sound as musical material through the approaches of musique concrète and sound design. The creative process was carried out through three main stages: exploration, experimentation, and realization. Sound materials were collected through direct field recording at several locations on campus, including the TV and Film Building, the Wind Instrument Room of the Music Department, the Performance Hall, tree-covered areas, and the water drainage area near the Nusantara Building. The recorded sound samples were then processed using Ableton Live through several techniques, including reverb, delay, equalization, looping, splicing, panning, and compression. The result of this creative process shows that the sound of rain can be developed into a musical structure consisting of three main atmospheres: before the rain, during the rain, and after the rain. This work demonstrates that environmental sound does not merely function as auditory documentation, but can also be transformed into aesthetic material in the creation of multimedia music..
Eksistensi Lagu Rere Ma Na RereDi Dalam Upacara Adat Pernikahan Batak Mandailing Di Nagari Ujung Gading Kabupaten Pasaman Barat: (Kajian Musikologi) Elgiya Utami; Ade Syahputra; Awerman; Wilman IN
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 7 (2026): Menulis - Juli
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i7.1308

Abstract

Lagu Rere Ma Na Rere adalah lagu yang selalu dimainkan di dalam upacara adat pernikahan Batak Mandailing di Nagari Ujung Gading Kabupaten Pasaman Barat. Penelitian ini berangkat dari permasalahan mengenai Bagaimana Eksistensi lagu Rere Ma Na Rere di dalam upacara adat pernikahan Batak Mandailing Di Nagari Ujung Gading Kabupaten Pasaman Barat serta Bagaimana bentuk dan struktur musikal pada lagu Rere Ma Na Rere. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, studi pustaka, dan dokumentasi. Teori yang digunakan mencakup teori eksistensi Arnold Toynbee, teori kajian musikologi Ruth Watanabe dan teori analisis bentuk musik Leon Stein. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lagu rere ma na rere menjadi peranan penting yang sampai sekarang masih dimainkan dalam upacara adat pernikahan. Bentuk lagu rere ma na rere adalah lagu dua bagian (two part song form) yakni terdiri dari dua struktur lagu A dan B.
Kreativitas Yusuf Gayos Dalam Mengembangkan Musik Tradisi Batang Hari Di Kabupaten Batang Hari, Provinsi Jambi Chintiya Nopta Viani; Ade Syahputra; Wilma Sriwulan; Awerman Awerman; Bambang Wijaksana
Musica: Journal of Music Vol 5, No 2 (2025): MUSICA : JOURNAL OF MUSIC
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/musica.v5i2.5992

Abstract

Musik tradisi sebagai warisan budaya takbenda menghadapi tantangan serius akibat perubahan sosial dan minimnya regenerasi pelaku seni. Di Kabupaten Batang Hari, Provinsi Jambi, Yusuf Gayos tampil sebagai seniman yang berperan penting dalam mempertahankan sekaligus mengembangkan musik tradisi melalui pendekatan kreatif. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk kreativitas Yusuf Gayos dalam proses penciptaan, pengolahan musikal, serta transformasi unsur musik tradisi ke dalam karya kontemporer tanpa menghilangkan identitas budaya lokal. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, studi pustaka, dan dokumentasi. Analisis data didasarkan pada teori kreativitas Graham Wallas, teori bentuk musik Karl Edmund Prier, serta konsep pelestarian budaya Koentjaraningrat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kreativitas Yusuf Gayos terwujud melalui pemanfaatan pola vokal Barzah, syair Melayu, teknik improvisasi, serta penggabungan instrumen tradisional dan modern dalam karya seperti Kaylana dan Menyeding Untung. Temuan ini menegaskan bahwa kreativitas seniman berperan strategis dalam menjaga keberlanjutan musik tradisi Batang Hari di tengah dinamika zaman
The Form and Musical Structure of the Gong Tanah Ensemble in Gunung Sahilan, Kampar Ade Syahputra; Nursyirwan Nursyirwan; Hadaci Sidik; Yusnelli Yusnelli; Nofridayati Nofridayati
Melayu Arts and Performance Journal Vol 9, No 1 (2026): Melayu Arts and Performance Journal
Publisher : Pascasarjana Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/mapj.v9i1.5470

Abstract

Penelitian ini mengkaji bentuk dan struktur musikal Ansambel Gong Tanah di Gunung Sahilan, Kampar, sebagai praktik musik tradisional yang masih terbatas mendapat perhatian dalam kajian musikologi. Ansambel ini terdiri atas tiga instrumen utama, yaitu Gong Tanah sebagai instrumen beresonansi tanah, Gambang sebagai instrumen melodis berbahan kayu, dan Katepak sebagai unsur ritmis yang dihasilkan dari penutup resonator Gong Tanah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis organisasi musikal Ansambel Gong Tanah, terutama aspek instrumentasi, kecenderungan penalaan, konstruksi melodi, pola ritme, motif, frase, perioda, kadens, interval, dan bentuk lagu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan musikologis. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, studi pustaka, dokumentasi audio-visual, dan transkripsi musik. Analisis difokuskan pada beberapa repertoar, yaitu Kakak Timbang Baju dan Timbang Baju Tuok Kakak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa repertoar Ansambel Gong Tanah dibangun melalui motif independen dan motif derivatif, frase simetris dengan perluasan, pola melodi repetitif, serta organisasi metrik 4/4. Peran melodis dimainkan oleh Polalu, sedangkan Poningkah membangun pola dasar pada instrumen Gambang. Sementara itu, Gong Tanah dan Katepak berfungsi sebagai unsur ritmis dan aksentuasi dalam tekstur ansambel. Repertoar yang dianalisis menunjukkan bentuk lagu satu bagian yang ditandai oleh pengulangan dan durasi permainan yang fleksibel sesuai ekspresi musikal pemain. Penelitian ini berkontribusi terhadap dokumentasi dan pemahaman musikologis atas tradisi musik lokal Kampar serta menegaskan Ansambel Gong Tanah sebagai bentuk kreativitas musikal masyarakat Gunung Sahilan.
SYMPHONIC BLACK METAL OF TETAWAK Okta Azwanda; Ade syahputra; Hadaci Sidik
EZRA SCIENCE BULLETIN Vol. 4 No. 1 (2026): January-June 2026
Publisher : Kirana Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58526/ezrasciencebulletin.v4i1.560

Abstract

Symphonic Black Metal Of Tetawak adalah komposisi musik yang garapannya berdasarkan ritme dan melodi dari tradisi Gendang Tetawak yang ada di Riau. Melodi dan ritme tersebut dikembangkan ke dalam bentuk musik fantasia dua bagian menggabungkan dengan genre Symphonic Black Metal menjadi format ansambel campuran. Konsep penciptaan pada komposisi ini yaitu kajian sumber penciptaan, rancangan komposisi, bentuk garapan. Metode penciptaan yang digunakan yaitu pencarian subjek penciptaan, terdiri dari observasi, wawancara, studi pustaka. Adapun tahap proses penciptaan terdiri dari: konsep dan bentuk karya, ekplorasi, eksperimentasi. Pengkarya memunculkan ritme yang rapat untuk memunculkan suasana yang energik. Komposisi musik ini digarap sebagai bentuk pelestraian tradisi agar lebih dikenal oleh orang banyak juga disukai oleh pemuda setempat. Hasil penciptaan komposisi yang berjudul Symphonic Black Metal Of tetawak ini berhasil dibuat pengkarya dengan format ansambel campuran dalam bentuk fantasia dua bagian. Komposisi ini dimainkan menggunakan tempo Alegretto dan Alegro dengan sukat ¾ dan 4/4.