Remaja putri rentan anemia akibat kehilangan darah saat menstruasi dan meningkatnya kebutuhan zat besi. Pemerintah menjalankan program Tablet Tambah Darah (TTD), namun kepatuhan konsumsi masih menjadi kendala dan diduga memengaruhi kesiapan reproduksi. Tujuan penelitian ini menganalisis hubungan kepatuhan konsumsi TTD Sebagai Determinan Kesiapan Reproduksi Remaja Putri. Penelitian kuantitatif analitik desain cross-sectional dilaksanakan Desember 2025–Januari 2026 di SMPN 1 Banjarmasin. Sampel 215 siswi kelas VII–IX dipilih dengan proportional stratified random sampling. Kepatuhan TTD diukur menggunakan kuesoner Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8), sedangkan kesiapan reproduksi dinilai dengan Reproductive Health Readiness Questionnaire (RHRQ) BKKBN yang mencakup dimensi fisik, psikologis, sosial, dan ekonomi. Data dikumpulkan setelah persetujuan etik dan informed consent, lalu dianalisis dengan uji Chi-Square (α=0,05). Terdapat hubungan bermakna antara kepatuhan konsumsi TTD dan kesiapan reproduksi (Pearson χ²=7,231; p=0,027), sejalan dengan temuan observasi kepatuhan (p=0,037). Kepatuhan konsumsi TTD terbukti berhubungan secara bermakna dengan kesiapan reproduksi remaja putri; karena itu, penguatan edukasi serta pemantauan rutin di lingkungan sekolah perlu dilakukan secara berkelanjutan guna menjaga dan meningkatkan kepatuhan.
Copyrights © 2026