Ketidaktercapaian target produksi merupakan permasalahan umum yang sering dihadapi industri manufaktur dan umumnya dipengaruhi oleh adanya pemborosan (waste) dalam proses produksi. PT Djabesmen Lemah Abang, khususnya pada lini produksi asbes FC 8, mengalami ketidaksesuaian antara rencana dan realisasi produksi pada bulan Januari 2025. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi aktivitas pemborosan serta menganalisis aliran proses produksi guna meningkatkan efisiensi melalui penerapan konsep Lean Manufacturing. Metode penelitian yang digunakan adalah Value Stream Mapping (VSM) untuk memetakan aliran material dan informasi, serta Process Activity Mapping (PAM) untuk mengklasifikasikan aktivitas ke dalam Value Added (VA), Non Value Added (NVA), dan Necessary Non Value Added (NNVA). Data penelitian diperoleh melalui observasi langsung, wawancara dengan pihak terkait, serta data produksi aktual perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari Total waktu proses sebesar 1.253,585 menit, aktivitas bernilai tambah mencapai 84,04%, sedangkan aktivitas NVA dan NNVA masing-masing sebesar 2,07% dan 13,89%. Pemborosan utama teridentifikasi pada aktivitas menunggu, transportasi, penanganan manual, proses curing manual, serta downtime mesin yang menyebabkan terjadinya bottleneck pada beberapa stasiun kerja. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan VSM dan PAM efektif dalam mengidentifikasi sumber pemborosan dan menjadi dasar penyusunan usulan perbaikan untuk meningkatkan kelancaran aliran produksi dan pencapaian target produksi secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026