Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Analisis keandalan mesin roll menggunakan MTBF dan MTTR pada PT XYZ Karawang Muhamad Naufal; Risma Fitriani; Naufal Rabbani Sumitra
JENIUS : Jurnal Terapan Teknik Industri Vol 7 No 2 (2026): JENIUS: Jurnal Terapan Teknik Industri
Publisher : LPPMPK - Universitas Muhammadiyah Cileungsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37373/jenius.v7i2.2252

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis keandalan mesin Spreader Roll pada PT XYZ Karawang menggunakan pendekatan kuantitatif berbasis data historis kerusakan tahun 2024. Permasalahan utama perusahaan adalah tingginya frekuensi kerusakan komponen kritis, khususnya bearing, yang menyebabkan peningkatan downtime produksi. Metode penelitian meliputi analisis Mean Time Between Failure (MTBF), Mean Time to Repair (MTTR), perhitungan availability, serta identifikasi akar penyebab kegagalan menggunakan diagram fishbone dan Failure Mode and Effects Analysis (FMEA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mesin Spreader Roll memiliki frekuensi kerusakan tertinggi dengan bearing sebagai komponen paling kritis. Interval preventive maintenance optimal diperoleh setiap 66 hari, lebih singkat dibandingkan jadwal aktual perusahaan sebesar 90 hari. Nilai availability sebesar 96,65% mengindikasikan kinerja mesin berada dalam kategori keandalan yang baik, namun masih berpotensi ditingkatkan melalui perawatan yang lebih terjadwal. Analisis FMEA menunjukkan faktor manusia, metode, dan pengukuran sebagai penyebab dominan kegagalan dengan nilai Risk Priority Number tertinggi. Penelitian ini mengonfirmasi bahwa penentuan jadwal preventive maintenance berbasis MTBF dan MTTR efektif meningkatkan keandalan mesin serta menurunkan risiko downtime produksi.
PEMBERDAYAAN UMKM OPAK KETAN CIBUAYA UNTUK MEMPERKUAT KAPASITAS PRODUKSI DAN MENINGKATKAN KEBERLANJUTAN USAHA Sukanta; Fahriza Nurul Azizah; Nadia Fasa; Naufal Rabbani Sumitra; Angel Eka; Elita Maharani
Masyarakat: Jurnal Pengabdian Vol. 3 No. 1 (2026)
Publisher : Yayasan Pendidikan Dan Pengembangan Harapan Ananda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58740/m-jp.v3i1.733

Abstract

UMKM Opak Ketan Cibuaya merupakan usaha pangan tradisional masyarakat yang telah dijalankan secara turun-temurun di Desa Pejaten, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang, dan dikenal sebagai sentra produksi “Gang Opak”. Permasalahan utama yang dihadapi mitra meliputi proses produksi yang masih dilakukan secara manual, tingkat efisiensi kerja yang rendah, serta belum diterapkannya sistem manajemen usaha berbasis data untuk mendukung pengambilan keputusan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi proses produksi dan memperkuat pengelolaan usaha melalui penerapan prinsip efisiensi kerja, ergonomi, dan manajemen pencatatan sederhana. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi observasi dan pemetaan proses produksi, pengumpulan data waktu siklus, pelatihan prinsip efisiensi dan 5R, serta perancangan dan implementasi alat bantu pencetak opak ketan berbasis ergonomi. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa penerapan alat bantu ergonomis dan sistem pencatatan harian mampu menurunkan tingkat kelelahan kerja hingga sekitar 30%, mempercepat waktu proses produksi sebesar 20–25%, serta meningkatkan keteraturan dan konsistensi pencatatan produksi hingga lebih dari 90%. Selain itu, kegiatan ini meningkatkan pemahaman dan kesadaran mitra terhadap pentingnya manajemen usaha berbasis data sebagai dasar perencanaan dan evaluasi produksi. Implikasi dari kegiatan PkM ini dirasakan secara langsung oleh masyarakat sasaran melalui meningkatnya efisiensi kerja, berkurangnya beban fisik pekerja, serta menguatnya partisipasi dan kerja sama antaranggota kelompok pengrajin. Secara keseluruhan, pendekatan yang diterapkan terbukti efektif dalam memperkuat kapasitas produksi dan daya saing UMKM pangan tradisional secara berkelanjutan.
IMPLEMENTASI LEAN THINKING DALAM PEMBERDAYAAN KARYAWAN UNTUK REDUKSI PEMBOROSAN DAN PENINGKATAN PRODUKTIVITAS Wahyudin; Fransisca Debora; Rana Ardila Rahma; Naufal Rabbani Sumitra; Muhammad Ragil Ramadhan; Enita Pasaribu
Masyarakat: Jurnal Pengabdian Vol. 3 No. 1 (2026)
Publisher : Yayasan Pendidikan Dan Pengembangan Harapan Ananda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58740/m-jp.v3i1.737

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi pelaksanaan kerja, mengurangi pemborosan, serta mengembangkan kompetensi karyawan melalui penerapan pendekatan Lean Thinking pada proses produksi di perusahaan industri karet. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui serangkaian tahapan yang meliputi observasi lapangan, pelatihan intensif terkait prinsip-prinsip lean, pendampingan implementasi di area produksi, serta penyusunan future state process mapping sebagai panduan perbaikan berkelanjutan. Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman karyawan terhadap konsep lean, perbaikan keteraturan dan kerapian area kerja, penurunan tingkat kecacatan produk, serta berkurangnya penumpukan aliran proses yang ditandai dengan menurunnya material menganggur dan meningkatnya kelancaran aliran kerja. Penerapan sistem kerja yang lebih terstruktur juga berdampak positif terhadap peningkatan kesadaran mutu dan kedisiplinan karyawan dalam menjalankan prosedur kerja. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan Lean Thinking secara sistematis dan berkelanjutan mampu meningkatkan produktivitas serta kualitas proses melalui eliminasi aktivitas tidak bernilai tambah dan penguatan budaya perbaikan berkelanjutan di lingkungan perusahaan.
Raw Material Control of TCC Using MRP with The Implementation of Safety Stock and Forecasting Methods Muhammad Farhan Rusdy Setiawan; Winarno; Wahyudin; Billy Nugraha; Naufal Rabbani Sumitra
Jurnal Teknologi Vol. 18 No. 2 (2026): Jurnal Teknologi
Publisher : Faculty of Engineering Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jurtek.18.2.177-186

Abstract

In the increasingly competitive automotive industry, effective raw material control is essential to achieve cost efficiency, maintain production continuity, and ensure accurate distribution. PT XYZ, an automotive manufacturing company located in Karawang, faces several challenges, including high demand fluctuations, dependence on imported raw materials, and the absence of safety stock calculations, which increase the risk of inventory shortages. This study aims to determine the optimal raw material planning method by integrating demand forecasting and Material Requirement Planning (MRP) using the Lot for Lot (LFL) technique in the production of the KWU-type Timing Chain Cover (TCC). This research employs a quantitative case study approach, with data collected through observation, interviews, documentation, and literature review. Demand forecasting is conducted using Double Exponential Smoothing, Moving Average, and Linear Regression methods. The most accurate forecasting method is then used as an input for preparing the Master Production Schedule (MPS) and MRP. The results indicate that the Linear Regression method provides the highest forecasting accuracy, as indicated by the lowest Mean Squared Error (MSE) value of 2,075,786,061. Furthermore, the implementation of MRP using the Lot for Lot technique combined with safety stock calculations proves effective in reducing the risk of stockouts. This improvement is reflected in the stabilization of inventory levels, such as the water pump bearing component, which previously experienced zero stock conditions and is now maintained at a safety stock level of 37,770 units. In conclusion, the integration of Linear Regression forecasting and Lot for Lot-based MRP enhances planning accuracy, ensures raw material availability, and supports long-term operational efficiency at PT XYZ.
Perancangan Minimum-Maximum Level Stok Material Consumable APD Berdasarkan Data Historis di PT XYZ Naufal Rabbani Sumitra; Apid Hapid Maksum; Billy Nugraha
Jurnal Sains dan Teknologi: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknologi Industri Vol. 25 No. 1 (2025): Regular Issue
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36275/gajjxn73

Abstract

Pengelolaan persediaan material consumable seperti Alat Pelindung Diri (APD) memiliki peran penting dalam mendukung kelancaran proses produksi, terutama dalam industri otomotif yang memiliki kebutuhan operasional tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk merancang standar Level Stock material APD dengan pendekatan kuantitatif menggunakan metode minimum-maximum stock level. Pendekatan ini mengacu pada data penggunaan aktual, kedatangan barang, serta lead time pengiriman. Lima Item APD dipilih sebagai sampel utama untuk dianalisis, dan hasilnya dijadikan dasar dalam penyusunan standar Level Stock yang optimal. Perhitungan meliputi kebutuhan harian rata-rata, fluktuasi pemakaian dan kedatangan, buffer stock, serta safety stock. Hasil simulasi menunjukkan bahwa kelima Item berada dalam batas Level Stock yang ditentukan tanpa mengalami stockout atau overstock. Perancangan standar Level Stock baru berdasarkan data historis dan simulasi menghasilkan efisiensi biaya penyimpanan dengan penghematan maksimal sebesar Rp22.484.013. Dengan demikian, penerapan metode minimum-maximum stock level berbasis data historis terbukti efektif dalam meningkatkan akurasi pengendalian persediaan, mengurangi potensi pemborosan, serta meningkatkan efisiensi operasional di lingkungan industri manufaktur.
Perancangan Minimum-Maximum Level Stok Material Consumable APD Berdasarkan Data Historis di PT XYZ Naufal Rabbani Sumitra; Apid Hapid Maksum; Billy Nugraha
Jurnal Sains dan Teknologi: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknologi Industri Vol. 25 No. 1 (2025): Regular Issue
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36275/gajjxn73

Abstract

Pengelolaan persediaan material consumable seperti Alat Pelindung Diri (APD) memiliki peran penting dalam mendukung kelancaran proses produksi, terutama dalam industri otomotif yang memiliki kebutuhan operasional tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk merancang standar Level Stock material APD dengan pendekatan kuantitatif menggunakan metode minimum-maximum stock level. Pendekatan ini mengacu pada data penggunaan aktual, kedatangan barang, serta lead time pengiriman. Lima Item APD dipilih sebagai sampel utama untuk dianalisis, dan hasilnya dijadikan dasar dalam penyusunan standar Level Stock yang optimal. Perhitungan meliputi kebutuhan harian rata-rata, fluktuasi pemakaian dan kedatangan, buffer stock, serta safety stock. Hasil simulasi menunjukkan bahwa kelima Item berada dalam batas Level Stock yang ditentukan tanpa mengalami stockout atau overstock. Perancangan standar Level Stock baru berdasarkan data historis dan simulasi menghasilkan efisiensi biaya penyimpanan dengan penghematan maksimal sebesar Rp22.484.013. Dengan demikian, penerapan metode minimum-maximum stock level berbasis data historis terbukti efektif dalam meningkatkan akurasi pengendalian persediaan, mengurangi potensi pemborosan, serta meningkatkan efisiensi operasional di lingkungan industri manufaktur.
Penerapan Lean Manufacturing dalam Upaya Mengurangi Waste pada Proses Produksi Asbes di PT DJabesmen Lemah Abang Fadhli Shohibul Wafa; Kusnadi; Rafly Aditya Sofyan; Naufal Rabbani Sumitra
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketidaktercapaian target produksi merupakan permasalahan umum yang sering dihadapi industri manufaktur dan umumnya dipengaruhi oleh adanya pemborosan (waste) dalam proses produksi. PT Djabesmen Lemah Abang, khususnya pada lini produksi asbes FC 8, mengalami ketidaksesuaian antara rencana dan realisasi produksi pada bulan Januari 2025. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi aktivitas pemborosan serta menganalisis aliran proses produksi guna meningkatkan efisiensi melalui penerapan konsep Lean Manufacturing. Metode penelitian yang digunakan adalah Value Stream Mapping (VSM) untuk memetakan aliran material dan informasi, serta Process Activity Mapping (PAM) untuk mengklasifikasikan aktivitas ke dalam Value Added (VA), Non Value Added (NVA), dan Necessary Non Value Added (NNVA). Data penelitian diperoleh melalui observasi langsung, wawancara dengan pihak terkait, serta data produksi aktual perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari Total waktu proses sebesar 1.253,585 menit, aktivitas bernilai tambah mencapai 84,04%, sedangkan aktivitas NVA dan NNVA masing-masing sebesar 2,07% dan 13,89%. Pemborosan utama teridentifikasi pada aktivitas menunggu, transportasi, penanganan manual, proses curing manual, serta downtime mesin yang menyebabkan terjadinya bottleneck pada beberapa stasiun kerja. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan VSM dan PAM efektif dalam mengidentifikasi sumber pemborosan dan menjadi dasar penyusunan usulan perbaikan untuk meningkatkan kelancaran aliran produksi dan pencapaian target produksi secara berkelanjutan.
Analysis of Defects Dominant Incoming Material Using Pareto Diagram and Root Cause Analysis in the Incoming Quality Control section of PT. X Jonathan Christian Nehemiah; Rizki Achmad Darajatun; Naufal Rabbani Sumitra
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Incoming material quality is a critical factor affecting production continuity and final product quality. Nonconforming materials may increase rejection rates, raise production costs, and reduce operational efficiency. This study aims to identify the quality condition of incoming materials, determine the dominant defect type, and analyze the factors contributing to the occurrence of dominant defects in the Incoming Quality Control (IQC) department of PT. X. A quantitative descriptive approach was employed using NG Rate analysis, Pareto Analysis, and Root Cause Analysis (RCA) supported by a Fishbone Diagram. The research data were obtained from the Daily IQC Performance Report and Summary IPRR & IQC Claim Report for January 2026. The results revealed that Vendor MT recorded the highest rejection frequency and NG Rate. Pareto Analysis identified flash defects as the dominant defect category, contributing 26.43% of total defects, while the six most frequent defect types accounted for 80.07% of all incoming material nonconformities. Furthermore, RCA results indicated that flash defects were potentially influenced by material, machine, method, and human factors. The findings demonstrate that the integration of Pareto Analysis and RCA effectively supports the identification of critical quality problems and their potential causes, thereby enhancing quality control effectiveness and supplier performance evaluation.
Optimasi Waktu Siklus pada Proses Welding Menggunakan Diagram Pareto dan Fishbone Diagram untuk Meningkatkan Efisiensi Kerja di PT. YMI Boyke Akhmad Duncan Al Aziz; Winarno; Naufal Rabbani Sumitra
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan industri manufaktur otomotif menuntut perusahaan untuk meningkatkan efisiensi proses produksi guna memenuhi target produktivitas dan kualitas. Salah satu faktor yang memengaruhi efisiensi adalah cycle time pada proses welding. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab tingginya cycle time pada proses welding exhaust pipe Honda PCX di Line C PT YMI serta merumuskan usulan perbaikan untuk meningkatkan efisiensi kerja. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung menggunakan rekaman video dan stopwatch terhadap enam siklus kerja operator yang mengoperasikan dua mesin welding secara paralel. Analisis dilakukan melalui time study, Diagram Pareto, dan Fishbone Diagram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata cycle time proses welding sebesar 33 detik per produk. Diagram Pareto mengidentifikasi aktivitas load material to jig sebagai aktivitas non-value added terbesar dengan kontribusi sebesar 31,8% terhadap total cycle time. Fishbone Diagram menunjukkan bahwa penyebab utama berasal dari tata letak material yang kurang ergonomis dan desain jig yang belum optimal. Usulan perbaikan berupa reposisi tray material, penambahan positioning pin, dan penerapan standard work diproyeksikan mampu menurunkan cycle time menjadi 30 detik per produk serta meningkatkan kapasitas produksi dari 109 menjadi 120 produk per jam.
Material Inventory Control Analysis Using Safety Stock and Reorder Point Methods at PT. Hwaseung Bimaruna Indonesia Muhammad Luthfi Aprian; Sutrisno; Apid Hapid Maksum; Muhammad Rafi Achsan; Naufal Rabbani Sumitra
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT Hwaseung Bimaruna Indonesia is an automotive rubber component distribution company facing inventory control problems, as indicated by 33 materials categorized as Need Order in its Material Requirement Planning (MRP) system. This condition reflects a potential inventory shortage that may disrupt operational activities. This study aimed to identify materials with Need Order status, determine the required Safety Stock, and calculate the optimal Reorder Point (ROP) as a basis for inventory control. A quantitative approach was employed using the Safety Stock and Reorder Point methods. The research samples were selected through purposive sampling, focusing on five materials with the highest demand levels: 82130-I7000, 58737-BW200, 58738-BW200, 25415-I7000, and 26710-2M020. The data consisted of material demand records, inventory data, supplier lead time data, and company MRP data from January to May 2026. The results showed that the highest Safety Stock value was found for materials 58737-BW200 and 58738-BW200 at 1,889.29 units, while the lowest value was identified for materials 25415-I7000 and 26710-2M020 at 850.58 units. The highest Reorder Point value was obtained for materials 58737-BW200 and 58738-BW200 at 7,520.89 units, whereas the lowest value of 5,418.18 units was found for materials 25415-I7000 and 26710-2M020. The implementation of the Safety Stock and Reorder Point methods can assist the company in determining appropriate safety inventory levels and replenishment timing, thereby minimizing the risk of stockouts.