Penelitian ini bertujuan untuk merancang program penyuluhan pertanian terkait penerapan pupuk organik cair (POC) yang berasal dari limbah air tahu di Kecamatan Bandar, Kabupaten Bener Meriah. Penelitian ini dilakukan untuk mendorong pemanfaatan limbah air tahu sebagai alternatif pupuk ramah lingkungan dan mendukung pertanian hortikultura berkelanjutan sekaligus mengurangi pencemaran lingkungan akibat limbah yang belum diolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Data dikumpulkan dari 48 anggota dua Kelompok Wanita Tani (KWT) di Desa Bahgie Bertona melalui wawancara, kuesioner, observasi, dan diskusi terarah. Teknik sensus digunakan karena jumlah populasi kurang dari 100 responden. Potensi wilayah dan masalah pertanian diidentifikasi menggunakan metode Rapid Rural Appraisal (RRA), sedangkan isu prioritas ditentukan melalui metode USG. Rancangan penyuluhan kemudian dikembangkan dan dievaluasi rancangan penyuluhan dikembangkan dan dievaluasi berdasarkan tujuh aspek, yaitu materi, metode, media, volume, waktu, lokasi, dan biaya. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan pendekatan kuantitatif dan skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rapid Rural Appraisal (RRA) mengidentifikasi limbah cair tahu yang tidak terpakai sebagai sumber potensial. Rancangan penyuluhan bertujuan meningkatkan keterampilan petani dalam menerapkan pupuk organik cair (POC) di lahan pertanian hortikultura dalam satu musim tanam sasarannya adalah anggota dan ketua kelompok wanita tani yang terlibat dalam budidaya hortikultura. Hasil validasi menunjukkan bahwa rancangan penyuluhan mencapai tingkat efektivitas 88,39%, dikategorikan sangat efektif. Jumlah petani yang menerapkan POC meningkat dari 20 orang (41,67 %) menjadi 25 orang (52,08%).
Copyrights © 2026