Di zaman abad-21, kemampuan berpikir analitis termasuk salah satu keterampilan utama yang sangat dibutuhkan, namun tingkat penguasaan yang dicapai masih minim akibat metode pengajaran yang bersifat tradisional. Studi ini dibuat guna menilai peningkatan skill berpikir analitis pada siswa melalui penggunaan pendekatan PBL yang dibantu alat tangram. Riset ini menggunakan rancangan kuasi-eksperimental berpola pretest-posttest dengan kelompok kontrol terhadap murid kelas 3 SDN 09 Grogol Selatan di tahun pelajaran 2024/2025, dengan melibatkan sebanyak 62 siswa sebagai partisipan sampel. Alat pengukur dalam penelitian ini meliputi ujian esai yang disusun Berdasarkan indikator keterampilan berpikir kritis menurut Facione, yaitu: kemampuan membaca makna, mengurai informasi, menilai kebenaran, menarik kesimpulan, memberikan uraian, serta mengatur diri saat berpikir dengan jumlah 6 butir soal secara keseluruhan. Uji normalitas dan homogenitas menghasilkan data yang memenuhi syarat. Hasil pengujian uji t berpasangan menunjukkan angka signifikansi sebesar 0,000, yang lebih kecil dari batas taraf signifikansi 0,05, menunjukkan terjadinya peningkatan kemampuan berpikir kritis pasca-penerapan model PBL dengan bantuan media tangram. Nilai rata-rata kelas eksperimen naik dari 15,61 (65,8%) menjadi 20,48 (85,32%), sementara kelas kontrol mengalami kenaikan dari 14,5 (59,95%) hingga 15,6 (65,04%). Penggunaan model PBL yang didampingi media tangram dalam penelitian ini terbukti berhasil untuk melestarikan peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa kelas 3 SD.
Copyrights © 2026