Kekayaan nilai pluralisme pada situs lokal sering kali belum terakomodasi secara maksimal dalam materi pembelajaran sejarah di sekolah. Seperti yang terjadi pada situs makam Gusti Ayu Made Rai (Siti Khotijah) yang memiliki nilai akulturasi tinggi namun belum dimanfaatkan secara optimal sebagai materi sejarah berwawasan kebangsaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi situs makam Gusti Ayu Made Rai (Siti Khotijah) sebagai materi sejarah berwawasan kebangsaan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui teknik pengumpulan data melalui observasi lapangan dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa situs ini memiliki potensi yang signifikan sebagai materi sejarah lokal berwawasan kebangsaan karena mengandung nilai-nilai fundamental seperti toleransi, persaudaraan lintas agama (menyama braya), dan harmoni lingkungan yang terekam dalam kisah sejarah beliau dan bukti fisik akulturasi budaya Hindu dan Islam pada arsitektur situs. Pemanfaatan situs ini sebagai materi sejarah dapat memberikan pengalaman belajar yang konkret, inklusif, dan harmonis, sehingga mampu memperkuat pemahaman akulturasi budaya sekaligus membentuk jati diri siswa yang bijaksana dalam menyikapi keberagaman melalui perspektif sejarah lokal yang relevan.
Copyrights © 2026