Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh integrasi GeoGebra dalam pembelajaran geometri terhadap kemampuan visualisasi spasial siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode kuasi-eksperimen dan desain Non-Equivalent Control Group Design. Subjek penelitian ditentukan melalui teknik purposive sampling, yaitu dua kelas VIII yang memiliki karakteristik akademik relatif setara berdasarkan nilai matematika sebelumnya dan rekomendasi guru. Satu kelas ditetapkan sebagai kelompok eksperimen yang mengikuti pembelajaran geometri berbantuan GeoGebra, sedangkan kelas lainnya sebagai kelompok kontrol dengan pembelajaran konvensional. Instrumen penelitian berupa tes kemampuan visualisasi spasial yang diberikan dalam bentuk pretest dan posttest. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji prasyarat (normalitas dan homogenitas), uji independent samples t-test, serta perhitungan normalized gain (N-gain). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan visualisasi spasial siswa pada kedua kelompok. Peningkatan kemampuan visualisasi spasial pada kelompok eksperimen berada pada kategori sedang–tinggi, sedangkan kelompok kontrol berada pada kategori rendah–sedang. Dengan demikian, integrasi GeoGebra dalam pembelajaran geometri efektif dalam meningkatkan kemampuan visualisasi spasial siswa SMP.
Copyrights © 2026