Pendidikan Agama Kristen (PAK) di Indonesia menghadapi tantangan kompleks seiring transformasi kota-kota besar menuju konsep smart city yang berbasis teknologi digital, di tengah tuntutan untuk tetap menghadirkan pembelajaran yang humanis dan sensitif terhadap keragaman budaya (multikultural). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pedagogik dan teologis guru PAK dan Budi Pekerti dalam merancang serta mengembangkan pembelajaran yang relevan dengan era smart city tanpa kehilangan dimensi humanis dan kepekaan multikultural. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 2 Juni 2026 bertempat di Gedung Sekretariat Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti se-Kota Surabaya, diikuti oleh guru-guru PAK dari berbagai jenjang pendidikan di Kota Surabaya. Metode yang digunakan adalah pendekatan edukatif-partisipatif, yang memadukan ceramah interaktif, diskusi kelompok, curah pendapat (brainstorming), studi kasus, dan simulasi perancangan pembelajaran berbasis teknologi digital. Hasil kegiatan menunjukkan empat capaian utama, yaitu: (1) peningkatan pemahaman guru mengenai konsep dan implikasi smart city terhadap pembelajaran PAK; (2) penguatan kesadaran dan keterampilan guru dalam menghadirkan pendekatan humanis di tengah pembelajaran berbasis teknologi; (3) tumbuhnya kompetensi guru dalam merancang pembelajaran PAK yang responsif terhadap keragaman budaya, suku, dan latar belakang peserta didik; serta (4) terbentuknya komitmen kolektif MGMP untuk mengembangkan model pembelajaran PAK yang inovatif, kontekstual, dan berkelanjutan. Kegiatan ini memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan mutu pendidikan agama Kristen di Kota Surabaya serta memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan komunitas guru dalam merespons tantangan pendidikan abad ke-21.
Copyrights © 2026