Keterbatasan kompetensi guru dalam mengintegrasikan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan pendekatan citizen science ke dalam pembelajaran IPAS/ biologi menjadi tantangan dalam mewujudkan pembelajaran abad ke-21 yang kontekstual dan berbasis lingkungan. Permasalahan ini dialami oleh guru-guru SMP Muhammadiyah di Kabupaten Klaten yang belum optimal memanfaatkan AI untuk mendukung kegiatan outdoor learning. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, tim pengabdian menyelenggarakan workshop pembelajaran IPAS/ biologi berbasis citizen science berbantuan AI menggunakan aplikasi PlantNet. Kegiatan diikuti oleh 24 guru melalui tahapan sosialisasi, pelatihan konsep citizen science dan AI, praktik identifikasi tumbuhan menggunakan PlantNet, penyusunan modul ajar, serta pendampingan implementasi di sekolah. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner persepsi, dokumentasi kegiatan, dan penilaian portofolio. Hasil menunjukkan tingkat kepuasan peserta yang sangat baik dengan skor rata-rata 4,33 dari skala 5,00. Persepsi guru terhadap potensi AI dalam pembelajaran memperoleh skor 4,08, sedangkan kesiapan implementasi mencapai skor 3,67. Sebanyak 11 dari 24 guru (45,8%) berhasil menerapkan pembelajaran outdoor learning berbasis citizen science berbantuan AI di sekolah masing-masing. Implementasi tersebut dibuktikan melalui portofolio modul ajar, dokumentasi kegiatan bersama siswa, dan verifikasi oleh tim pengabdian. Temuan ini menunjukkan bahwa program tidak hanya meningkatkan pemahaman dan kepercayaan diri guru, tetapi juga mendorong adopsi nyata inovasi pembelajaran IPAS/ biologi berbasis AI di sekolah.
Copyrights © 2026