Claim Missing Document
Check
Articles

PEMANFAATAN SUSU KAMBING ETAWA DAN KEDELAI SEBAGAI BAHAN DASAR DANGKE ( KEJU KHAS INDONESIA) DENGAN KOAGULAN EKSTRAK JERUK NIPIS Suryani, Titik; Niswah, Fathun
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 1, No 2: September 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dangke adalah salah satu keju  tradisional mirip  tahu yang  berwarna putih kekekuningan dari susu kerbau. Tujuan penelitian ini  untuk mengetahui pengaruh variasi  bahan dasar  dangke  dengan koagulan ekstrak jeruk nipis terhadap kandungan protein, lemak, asam total, uji organoleptik (warna, rasa, aroma dan tekstur) dan daya terima masyarakat. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 1 faktoryaitu kombinasi konsentrasi susu kambing etawa dan  susu kedelai  terdiri atas 5 perlakuan yaitu  K1E0 (100% susu kedelai), K0E1 (100% susu kambing etawa), K1E1 (50% susu kedelai : 50% susu kambing etawa), K8E2 (80% susu kedelai : 20% susu kambing etawa), dan K2E8 (20% susu kedelai : 80% susu kambing etawa), masing-masing 3 kali ulangan.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa  kombinasi  susu kambing etawa 80% : susu kedelai 20% menghasilkan dangke terbaik  dengan  kadar protein 20,30 g, kadar lemak 7,53%, dan asam total 8,29%. Kualitas dangke yang baik adalah warna kekuningan (krem), tidak berbau amis, rasa enak dan tekstur  lembut. Dangke yang disukai pada 100% susu kedelai dan susu kambing etawa20%  : susu kedelai 80%.
PEMANFAATAN BUAH LOKAL SEBAGAI KOAGULAN SOY CHEESE Rakhmah, Risza Fawzia; Suryani, Titik
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 2, No 1: Maret 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keju merupakan salah satu produk pangan dengan proses penggumpalan  protein susu. Penelitian ini memanfaatan buah lokal sebagai koagulan untuk menggumpalkan susu kedelai menjadi keju. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh buah lokal sebagai koagulan pada soy cheese terhadap kadar protein, organoleptik dan daya terima masyarakat. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 2 faktor 6 taraf perlakuan  yaitu faktor 1:  jenis buah (nanas, jeruk lemon dan asam sitrat (kontrol ) dan konsentrasi (0,12 %; 2%; 3 %), masing-masing perlakuan dilakukan 3 ulangan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen, observasi, kepustakaan dan dokumentasi. Pengujian kadar protein menggunakan metode biuret, analisis data kadar protein menggunakan uji Two Way ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT), sedangkan pada pengujian organoleptik dan daya terima masyarakat menggunakan analisis deskriptif kualitatif berupa data angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kadar protein tertinggi soy cheese  pada perlakuan ekstrak nanas 3 % sebesar 11,68g,  sedangkan kadar protein terendah soy cheese  pada perlakuan ekstrak jeruk lemon 3 % sebesar 4,57 g. keju paling dominan bertekstur lembut, warna putih tulang, rasa gurih dan sedikit asam. Daya terima panelis  menyukai keju  dengan penambahan ekstrak jeruk lemon 3 %. Penambahan ekstrak nanas dan jeruk lemon sebagai koagulan pada  soy cheese berpengaruh terhadap kadar protein.
PEMANFAATAN BUAH LOKAL SEBAGAI KOAGULAN SOY CHEESE Rakhmah, Risza Fawzia; Suryani, Titik
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 2, No 1: Maret 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v2i1.1576

Abstract

Keju merupakan salah satu produk pangan dengan proses penggumpalan  protein susu. Penelitian ini memanfaatan buah lokal sebagai koagulan untuk menggumpalkan susu kedelai menjadi keju. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh buah lokal sebagai koagulan pada soy cheese terhadap kadar protein, organoleptik dan daya terima masyarakat. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 2 faktor 6 taraf perlakuan  yaitu faktor 1:  jenis buah (nanas, jeruk lemon dan asam sitrat (kontrol ) dan konsentrasi (0,12 %; 2%; 3 %), masing-masing perlakuan dilakukan 3 ulangan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen, observasi, kepustakaan dan dokumentasi. Pengujian kadar protein menggunakan metode biuret, analisis data kadar protein menggunakan uji Two Way ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT), sedangkan pada pengujian organoleptik dan daya terima masyarakat menggunakan analisis deskriptif kualitatif berupa data angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kadar protein tertinggi soy cheese  pada perlakuan ekstrak nanas 3 % sebesar 11,68g,  sedangkan kadar protein terendah soy cheese  pada perlakuan ekstrak jeruk lemon 3 % sebesar 4,57 g. keju paling dominan bertekstur lembut, warna putih tulang, rasa gurih dan sedikit asam. Daya terima panelis  menyukai keju  dengan penambahan ekstrak jeruk lemon 3 %. Penambahan ekstrak nanas dan jeruk lemon sebagai koagulan pada  soy cheese berpengaruh terhadap kadar protein.
PERTUMBUHAN DAN HASIL JAMUR TIRAM PUTIH PADA BEBERAPA BAHAN MEDIA PEMBIBITAN Carolina, Hilda; Suryani, Titik
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 3, No 1: Maret 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v3i1.3674

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis media pembibitan yang mampu mendukung peningkatan kualitas bibit jamur tiram putih lebih baik, dan mengetahui pengaruh macam media bibit terhadap pertumbuhan dan hasil jamur tiram putih. Penelitian ini dilaksanakan di Ngemplak, Nanggulan, Kulon Progo, Daerah Istimewa Jogjakarta dengan ketinggian tempat 300 m dpl. Rancangan yang digunakan adalah faktor tunggal macam media pembibitan, dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri atas 4 perlakuan, yaitu : media bibit dengan serbuk kayu sengon, biji sorghum, biji jagung, dan biji padi dengan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media bibit biji sorghum dan biji jagung mampu mendukung peningkatan kualitas bibit jamur tiram putih yang lebih baik dibandingkan dari media biji padi dan serbuk gergaji sengon. Bibit pada media substrat biji sorghum, jagung, padi dan serbuk gergaji sengon memberikan pertumbuhan jamur tiram putih yang sama. Hasil jamur tiram putih lebih baik pada bibit dengan media substrat biji sorghum, jagung, padi berturut – turut.
PEMANFAATAN SUSU KAMBING ETAWA DAN KEDELAI SEBAGAI BAHAN DASAR DANGKE ( KEJU KHAS INDONESIA) DENGAN KOAGULAN EKSTRAK JERUK NIPIS Suryani, Titik; Niswah, Fathun
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 1, No 2: September 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v1i2.877

Abstract

Dangke adalah salah satu keju  tradisional mirip  tahu yang  berwarna putih kekekuningan dari susu kerbau. Tujuan penelitian ini  untuk mengetahui pengaruh variasi  bahan dasar  dangke  dengan koagulan ekstrak jeruk nipis terhadap kandungan protein, lemak, asam total, uji organoleptik (warna, rasa, aroma dan tekstur) dan daya terima masyarakat. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 1 faktoryaitu kombinasi konsentrasi susu kambing etawa dan  susu kedelai  terdiri atas 5 perlakuan yaitu  K1E0 (100% susu kedelai), K0E1 (100% susu kambing etawa), K1E1 (50% susu kedelai : 50% susu kambing etawa), K8E2 (80% susu kedelai : 20% susu kambing etawa), dan K2E8 (20% susu kedelai : 80% susu kambing etawa), masing-masing 3 kali ulangan.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa  kombinasi  susu kambing etawa 80% : susu kedelai 20% menghasilkan dangke terbaik  dengan  kadar protein 20,30 g, kadar lemak 7,53%, dan asam total 8,29%. Kualitas dangke yang baik adalah warna kekuningan (krem), tidak berbau amis, rasa enak dan tekstur  lembut. Dangke yang disukai pada 100% susu kedelai dan susu kambing etawa20%  : susu kedelai 80%.
PENGARUH WORD OF MOUTH TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN LAPTOP LENOVO DI KALANGAN MAHASISWA SURABAYA DI KOTA SURABAYA Suryani, Titik; Mulyati, Awin; Maduwinarti, Ayun
Jurnal Dinamika Administrasi Bisnis Vol 3 No 2 (2017): Jurnal "Dinamika Administrasi Bisnis"
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jdab.v3i2.2252

Abstract

This study examines the '' Word Of Mouth Influence Buying Decision Against Laptop Lenovo In among Students in Surabaya City ''. The purpose of this study was to determine the effect of word of mouth on purchasing decisions of Lenovo laptops among students Surabaya in Surabaya.This research method uses a quantitative approach with purposive sampling method and technique of simple linear regression analysis to test how much influence between variable volume and variable dispersion on purchasing decisions. Data were collected through questionnaires and finding respondents who have been using Lenovo laptop. The population used is that students in Surabaya and research sites in every university in Surabaya with the number of respondents hundred in the afternoon, but this study also use indicators that already includes a variable volume and dispersion of word of mouth.R2 test results showed that the amount of volume and dispersion of word of mouth influence on purchase decisions and the rest of the amount of testing R2 is influenced by other variables not included in this study. From the F test results together it can be concluded that the volume of positive influence on purchasing decisions, while the results of the t test individually variable volume and variable dispersion produce significant and it can be concluded that the variable volume and dispersion showed positive influence on the purchasing decisions of Lenovo laptops among the students in the city Surabaya, and more dominant indicator variable is the volume of word of mouth.            It is hoped with this study, especially the laptop manufacturer Lenovo to pay more attention to the advertising strategy or publications to the general public so that more people know will be a product of Lenovo laptops more often people talk about the word of mouth is increasing. Keywords: Volume word of the mouth, Dispersion of mouth, Purchase Decision
PEMANFAATAN BUAH LOKAL SEBAGAI KOAGULAN SOY CHEESE Risza Fawzia Rakhmah; Titik Suryani
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 2, No 1: March 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v2i1.1576

Abstract

Keju merupakan salah satu produk pangan dengan proses penggumpalan  protein susu. Penelitian ini memanfaatan buah lokal sebagai koagulan untuk menggumpalkan susu kedelai menjadi keju. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh buah lokal sebagai koagulan pada soy cheese terhadap kadar protein, organoleptik dan daya terima masyarakat. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 2 faktor 6 taraf perlakuan  yaitu faktor 1:  jenis buah (nanas, jeruk lemon dan asam sitrat (kontrol ) dan konsentrasi (0,12 %; 2%; 3 %), masing-masing perlakuan dilakukan 3 ulangan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen, observasi, kepustakaan dan dokumentasi. Pengujian kadar protein menggunakan metode biuret, analisis data kadar protein menggunakan uji Two Way ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT), sedangkan pada pengujian organoleptik dan daya terima masyarakat menggunakan analisis deskriptif kualitatif berupa data angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kadar protein tertinggi soy cheese  pada perlakuan ekstrak nanas 3 % sebesar 11,68g,  sedangkan kadar protein terendah soy cheese  pada perlakuan ekstrak jeruk lemon 3 % sebesar 4,57 g. keju paling dominan bertekstur lembut, warna putih tulang, rasa gurih dan sedikit asam. Daya terima panelis  menyukai keju  dengan penambahan ekstrak jeruk lemon 3 %. Penambahan ekstrak nanas dan jeruk lemon sebagai koagulan pada  soy cheese berpengaruh terhadap kadar protein.
PERTUMBUHAN DAN HASIL JAMUR TIRAM PUTIH PADA BEBERAPA BAHAN MEDIA PEMBIBITAN Titik Suryani; Hilda Carolina
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 3, No 1: March 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v3i1.3674

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis media pembibitan yang mampu mendukung peningkatan kualitas bibit jamur tiram putih lebih baik, dan mengetahui pengaruh macam media bibit terhadap pertumbuhan dan hasil jamur tiram putih. Penelitian ini dilaksanakan di Ngemplak, Nanggulan, Kulon Progo, Daerah Istimewa Jogjakarta dengan ketinggian tempat 300 m dpl. Rancangan yang digunakan adalah faktor tunggal macam media pembibitan, dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri atas 4 perlakuan, yaitu : media bibit dengan serbuk kayu sengon, biji sorghum, biji jagung, dan biji padi dengan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media bibit biji sorghum dan biji jagung mampu mendukung peningkatan kualitas bibit jamur tiram putih yang lebih baik dibandingkan dari media biji padi dan serbuk gergaji sengon. Bibit pada media substrat biji sorghum, jagung, padi dan serbuk gergaji sengon memberikan pertumbuhan jamur tiram putih yang sama. Hasil jamur tiram putih lebih baik pada bibit dengan media substrat biji sorghum, jagung, padi berturut – turut.
PEMANFAATAN SUSU KAMBING ETAWA DAN KEDELAI SEBAGAI BAHAN DASAR DANGKE ( KEJU KHAS INDONESIA) DENGAN KOAGULAN EKSTRAK JERUK NIPIS Titik Suryani; Fathun Niswah
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 1, No 2: September 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v1i2.877

Abstract

Dangke adalah salah satu keju  tradisional mirip  tahu yang  berwarna putih kekekuningan dari susu kerbau. Tujuan penelitian ini  untuk mengetahui pengaruh variasi  bahan dasar  dangke  dengan koagulan ekstrak jeruk nipis terhadap kandungan protein, lemak, asam total, uji organoleptik (warna, rasa, aroma dan tekstur) dan daya terima masyarakat. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 1 faktoryaitu kombinasi konsentrasi susu kambing etawa dan  susu kedelai  terdiri atas 5 perlakuan yaitu  K1E0 (100% susu kedelai), K0E1 (100% susu kambing etawa), K1E1 (50% susu kedelai : 50% susu kambing etawa), K8E2 (80% susu kedelai : 20% susu kambing etawa), dan K2E8 (20% susu kedelai : 80% susu kambing etawa), masing-masing 3 kali ulangan.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa  kombinasi  susu kambing etawa 80% : susu kedelai 20% menghasilkan dangke terbaik  dengan  kadar protein 20,30 g, kadar lemak 7,53%, dan asam total 8,29%. Kualitas dangke yang baik adalah warna kekuningan (krem), tidak berbau amis, rasa enak dan tekstur  lembut. Dangke yang disukai pada 100% susu kedelai dan susu kambing etawa20%  : susu kedelai 80%.
The Substitution of Purslane Weed (Portulaca oleracea L.) Flour and Glucomannan Powder on Organoleptic and Proximate Test of Instant Noodles Wati, Dini Prastyo; Fajrina, Meinira Dinar; Putra, Sahasika Sean; Suryani, Titik
Journal of Agri-Food Science and Technology Vol. 5 No. 1 (2024): April
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jafost.v5i1.9380

Abstract

Instant noodles are a food product that the public highly favors because of their diverse taste, easy presentation, and economical price. Instant noodles cannot be considered whole food because they do not meet the needs of balanced nutrition for the body. Purslane flour (Portulaca oleracea L.) contains macronutrients and micronutrients in the form of carbohydrates, protein, dopamine, potassium salts, tannins, saponins, vitamin A (β-carotene), Vitamin B, Vitamin C, nicotinic acid and natural antioxidants related to fatty acids omega 3 by 44.29%. This study contributed to compare the effectiveness of the substitution of Purslane flour and glucomannan powder on organoleptic test instant noodles. This study was an experiment with a completely randomized design of two-factorial with six treatments including the formulation of purslane flour 25%, 30%, and 35%, while glucomannan formulation of 5%, 10%, 15% with two temperature treatments, 50 °C, and 60 °C. We conducted an organoleptic test with statistical analysis t-test and descriptive. The substitution of purslane flour and glucomannan in instant noodles gave the best organoleptic characteristics in the K2S2 treatment (the formulation of 60% wheat flour, 30% purslane flour, and 10% glucomannan at a drying temperature of 60 °C) with proximate analysis content of 12.26% moisture, 5.53% ash, 5.13% fat, 13.91% protein, and 63.14% carbohydrates.