Pertanian berperan penting dalam mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat pedesaan. Namun, budidaya konvensional masih menghadapi berbagai kendala, seperti tingginya pertumbuhan gulma, rendahnya kelembapan tanah, dan belum optimalnya pemanfaatan limbah pertanian. Kegiatan ini dilaksanakan di Kelurahan Leatung, Kabupaten Tana Toraja, dengan tujuan meningkatkan produktivitas tanaman katokkon dan sawi melalui pemanfaatan limbah pertanian sebagai mulsa. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi kepada masyarakat, persiapan lahan, penanaman, serta penerapan mulsa dari jerami dan sisa tanaman. Mulsa berfungsi menjaga kelembapan tanah, menekan pertumbuhan gulma, dan menambah bahan organik tanah. Kegiatan juga melibatkan masyarakat setempat untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam menerapkan teknik budidaya yang ramah lingkungan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penggunaan limbah pertanian sebagai mulsa mampu mempertahankan kelembapan tanah, mengurangi pertumbuhan gulma, serta mendukung pertumbuhan tanaman katokkon dan sawi secara lebih optimal. Selain meningkatkan produktivitas tanaman, pemanfaatan limbah pertanian sebagai mulsa juga membantu mengurangi praktik pembakaran limbah yang dapat berdampak negatif terhadap lingkungan. Dengan demikian, penggunaan limbah pertanian sebagai mulsa merupakan teknologi sederhana, murah, dan mudah diterapkan yang dapat mendukung peningkatan produktivitas pertanian sekaligus mendorong penerapan sistem pertanian berkelanjutan di Kelurahan Leatung.
Copyrights © 2026