Ekosistem mangrove memiliki peranan krusial dalam menjaga kestabilan kawasan pesisir, mendukung keberagaman spesies, serta melindungi pantai dari erosi. Namun, peningkatan aktivitas manusia seperti pengembangan budidaya perairan dan perubahan penggunaan lahan pesisir telah menyebabkan penurunan kualitas mangrove di berbagai daerah pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penurunan dan pemisahan ekosistem mangrove di Babulu Laut, Kalimantan Timur, dalam rentang waktu 2006 hingga 2026 dengan memanfaatkan teknik penginderaan jauh multitemporal. Citra satelit Landsat dianalisis menggunakan Indeks Vegetasi Diferensial Normal (NDVI) untuk memperkirakan kepadatan vegetasi mangrove dan Indeks Air Diferensial Normal yang Dimodifikasi (MNDWI) untuk menemukan badan air. Hasilnya menunjukkan bahwa luas mangrove menyusut dari sekitar 435,1 ha pada tahun 2006 menjadi 320,9 ha pada tahun 2026, dengan kehilangan sekitar 114,2 ha, atau 26,2% dari total area mangrove yang ada. Analisis MNDWI menunjukkan adanya peningkatan area badan air yang sejalan dengan berkurangnya hutan mangrove. Temuan ini menekankan pentingnya pengelolaan yang berkelanjutan terhadap hutan mangrove dan pemantauan yang terus menerus menggunakan penginderaan jauh dan Sistem Informasi Geografis untuk mendorong perlindungan ekosistem pesisir.
Copyrights © 2026