Anak prasekolah yang menjalani hospitalisasi akan berusaha menyesuaikan diri dengan lingkungan rumah sakit. Dampak hospitalisasi menyebabkan anak cemas, takut dengan berbagai tindakan invansif, anak merasa tidak nyaman, nafsu makan menurun, dan kualitas tidur menurun. Kualitas tidur yang kurang pada anak dapat membuat daya tahan tubuh rendah, anak mudah rewel, gelisah sehingga dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan. Salah satu intervensi keperawatan yang dapat digunakan untuk membantu mengatasi gangguan tidur pada anak menggunakan teknik storytelling. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh storytelling terhadap kualitas tidur pada anak prasekolah yang menjalani hospitalisasi. Desain penelitian menggunakan one group pre-test post-test group. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 20 responden. Hasil penelitian menunjukkan nilai rerata kualitas tidur responden sebelum diberikan intervensi sebesar 45,95 dan setelah diberikan intervensi storytelling nilai rerata 38,10. Hasil uji paired t-test didapatkan nilai p value sebesar 0,001(<0,05) berarti ada pengaruh pemberian storytelling terhadap kualitas tidur pada anak yang menjalani hospitalisasi. Storytelling dapat digunakan strategi keperawatan dalam meningkatkan kualitas tidur pada anak prasekolah yang menjalani hospitalisasi
Copyrights © 2026