This study is motivated by the phenomenon of declining loyalty and integrity among servants of God in contemporary ministry, which has led to a moral and spiritual crisis. Therefore, this research aims to analyze the portrait of Moses’ loyalty in Deuteronomy 3:23-29 and to reflect on it as a normative model for God’s servants today. The method employed is qualitative, using an exegetical approach to the biblical text of Deuteronomy 3:23-29 combined with a literature review, with the Bible as the primary source supported by various theological works. The findings indicate that Moses’ loyalty is reflected through an intentional relationship with God expressed in prayer, contentment in God’s grace, and a willingness to remain obedient. In conclusion, based on Deuteronomy 3:23-29, the construction of Moses’ loyalty to God serves as a normative model for God’s servants in cultivating loyalty in ministry.AbstrakPenelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena kemerosotan loyalitas dan integritas hamba Tuhan dalam pelayanan kontemporer yang berdampak pada krisis moral dan spiritual. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potret loyalitas Musa dalam Ulangan 3:23-29 serta merefleksikannya sebagai model normatif bagi hamba Tuhan masa kini. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan eksegesis teks Alkitab Ulangan 3:23-29 dan studi pustaka, dengan Alkitab sebagai sumber utama yang didukung oleh berbagai literatur teologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa loyalitas Musa tercermin melalui relasi intensional dengan Allah melalui doa, mencukupkan diri atas anugerah Allah, dan kesediaan tetap taat. Kesimpulannya, berlandaskan Ulangan 3:23-29 konstruksi loyalitas Musa kepada Allah menjadi model normatif bagi hamba Tuhan dalam membangun loyalitas didalam pelayanan.
Copyrights © 2026