Betonadalahmaterial struktur yang terbentuk oleh pengerasan campuran antara aggregat dengansemen yang terhidrasi oleh air. Balok sifatnya kuat terhadap tekan namun lemah terhadap tarik, jadi untuk memberikan kekuatan beton di daerah tarik untuk itu digunakan baja tulangan yang disebut dengan beton bertulang. Pada beton di daerah tarik kekuatan tekan beton tidak berguna dengan optimal karena beban seutuhnya ditahan oleh baja tulanagan, untuk itu beton pada bagian tarik dapat dilakukan variasi pada campuran beton salah satunya variasi pada aggregta halus, dalam hal ini dinamakan balok laminasi, Balok laminasi merupakan beton yang memiliki dua lapisan berbeda dari segi material yang digunakan. Pada penelitian kali ini bahan yang digunakan yaitu serbuk keramik, hal ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah keramik dalam dunia kontruksi. Metode penelitian yaitu eksperimen kuat lentur mengunakan sampel baloktinggi 60 cm, lebar 15 cm, tinggi 15 cmberjumlah 9 benda uji variasi 3 balok normal, 3 balok laminasi 3% serbukkeramik, 3 balok laminasi 5% serbuk kayu. Hasil pengujian didapatkan nilai kuat lentur 17,05 Mpa pada balok normal, 16,34 Mpa pada balok laminasi 3% dan 16,43 Mpa pada balok laminasi 5%. Dari hasil pengujian kuat lentur balok laminasi dapat disimpulkan bahwa pengunaan serbuk keramik sebagai pengganti sebagian bahan aggregate halus pada balok yang menerima gaya tarik dapat dilakukan karena perubahan kuat lentur balok tidak mengalami perubahan yang signifikan.
Copyrights © 2023