Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna pesan yang terkandung dalam lirik lagu “Lagu Syantik” karya Siti Badriah menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes. Lagu dangdut kontemporer ini menarik untuk dikaji karena menggambarkan konstruksi makna kecantikan dan identitas perempuan dalam budaya populer Indonesia. Pendekatan kualitatif digunakan melalui metode analisis semiotika yang meliputi tiga tahapan: denotasi, konotasi, dan mitos. Data diperoleh dari observasi terhadap lirik lagu, wawancara dengan pencipta lagu (Yogi RPH) serta salah satu pendengar, dan ditunjang dengan studi literatur dari jurnal-jurnal komunikasi serta kajian budaya populer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tingkat denotasi, lirik “Lagu Syantik” menampilkan sosok perempuan yang merasa cantik, manja, dan ingin diperlakukan istimewa oleh pasangannya. Pada level konotasi, kecantikan digambarkan sebagai ekspresi diri, kepercayaan diri, serta bentuk kasih sayang yang tulus, bukan sekadar ajang pamer. Sedangkan pada tingkat mitos, lagu ini menegaskan ideologi budaya tentang kecantikan perempuan sebagai simbol nilai sosial, kekuasaan dalam relasi romantis, serta representasi feminitas ideal dalam masyarakat. Dengan demikian, lagu “Lagu Syantik” tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga menjadi media komunikasi yang merepresentasikan nilai-nilai sosial dan ideologis mengenai peran perempuan di era digital. Temuan ini menunjukkan bahwa musik dangdut memiliki potensi besar dalam membentuk persepsi budaya dan konstruksi identitas gender di masyarakat.
Copyrights © 2026