Masalah literasi membaca pada anak-anak di Desa Tumu, Kecamatan Amanuban Tengah, Kabupaten Timor Tengah Selatan masih memerlukan perhatian berbagai pihak. Keterbatasan sarana belajar dan rendahnya minat baca menjadi salah satu faktor yang memengaruhi perkembangan kemampuan literasi anak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi membaca anak melalui pengembangan dan sosialisasi Lopo Literasi sebagai sarana belajar berbasis kearifan lokal masyarakat Timor. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi tahap persiapan, pembuatan Lopo Literasi, sosialisasi kepada masyarakat, serta evaluasi melalui tanya jawab dan pemberian soal kepada peserta. Sasaran kegiatan adalah anak-anak dan masyarakat Desa Tumu. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa Lopo Literasi dapat dimanfaatkan sebagai ruang belajar yang mendukung kegiatan membaca dan diskusi. Masyarakat menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap program yang dilaksanakan. Hasil evaluasi menunjukkan sebagian besar anak mampu menjawab 7–8 dari 10 pertanyaan yang diberikan setelah kegiatan sosialisasi, yang mengindikasikan adanya peningkatan pemahaman dan kemampuan literasi membaca. Program ini diharapkan dapat menjadi sarana pembelajaran berkelanjutan yang mendukung pengembangan budaya literasi di Desa Tumu.
Copyrights © 2026