Kemampuan siswa menggunakan pengetahuan ilmiah untuk menjelaskan fenomena, merancang penyelidikan, dan menafsirkan bukti masih perlu diperkuat melalui pembelajaran yang mengaitkan konsep biologi dengan masalah autentik. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas Problem-Based Learning (PBL) yang mengintegrasikan scientific proficiency terhadap kemampuan sains siswa fase F. Penelitian menggunakan kuasi eksperimen dengan Non-Randomized Control Group Pretest-Posttest Design. Sebanyak 32 siswa kelas XI SMAN 7 Kota Jambi dengan data pretest dan posttest lengkap dianalisis, terdiri atas 16 siswa kelas eksperimen dan 16 siswa kelas kontrol. Instrumen berupa 12 soal uraian valid berbasis tiga kompetensi sains PISA dengan reliabilitas Cronbach’s Alpha 0,839. Data dianalisis menggunakan ANCOVA dengan pretest sebagai kovariat. Rata-rata kelas eksperimen meningkat dari 39,58 menjadi 53,91, sedangkan kelas kontrol meningkat dari 43,23 menjadi 51,56. Hasil ANCOVA menunjukkan pengaruh signifikan model pembelajaran terhadap scientific proficiency setelah kemampuan awal dikendalikan, F(1,29)=4,456; p=0,044; partial ?²=0,133. Temuan menunjukkan bahwa integrasi eksplisit kompetensi ilmiah ke dalam setiap sintaks PBL memberikan efek sedang dan dapat digunakan sebagai alternatif pembelajaran biologi berbasis bukti.
Copyrights © 2026