Perkembangan transportasi berbasis aplikasi menyebabkan pengemudi ojek online menghadapi berbagai tuntutan pekerjaan yang berpotensi menimbulkan stres kerja dan memengaruhi perilaku berkendara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara stres kerja dengan aggressive driving pada pengemudi ojek online di Kota Bekasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional terhadap 113 pengemudi Grab yang dipilih menggunakan teknik incidental sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala Likert untuk mengukur stres kerja dan aggressive driving. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara stres kerja dengan aggressive driving dengan nilai koefisien korelasi sebesar r = 0,533 dan nilai signifikansi p < 0,001. Hasil tersebut menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat stres kerja yang dialami pengemudi, semakin tinggi pula kecenderungan melakukan aggressive driving. Dengan demikian, pengelolaan stres kerja menjadi salah satu upaya penting untuk mengurangi perilaku mengemudi agresif serta meningkatkan keselamatan berkendara pada pengemudi ojek online.
Copyrights © 2026