Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Edukasi Seks dalam Pembentukan Kesadaran Batasan Diri Pada Remaja: Studi Kasus Eliza Agustina; Sahrul Layali; Helta Puspasari; Ghina Rizkirabbani Labibah; Sandra Adetya
Jurnal Pendidikan Siber Nusantara Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pendidikan Siber Nusantara (Januari - Maret 2026)
Publisher : Siber Nusantara Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jpsn.v4i1.569

Abstract

Masa remaja merupakan tahap perkembangan yang memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap berbagai risiko, termasuk pelanggaran batasan diri dalam relasi interpersonal, yang sering kali dipengaruhi oleh keterbatasan pemahaman mengenai hak atas tubuh dan konsep persetujuan. Edukasi seks dipandang sebagai salah satu strategi penting untuk membekali remaja dengan pengetahuan dan keterampilan dalam membangun kesadaran batasan diri serta melindungi diri dari perilaku seksual berisiko. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam peran edukasi seks dalam pembentukan kesadaran batasan diri pada remaja melalui pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian merupakan seorang remaja yang pernah mengalami pelanggaran batasan pribadi dalam interaksi sosial. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam semi-terstruktur, observasi non- partisipan, serta dokumentasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa sebelum menerima edukasi seks, subjek memiliki pemahaman yang terbatas terkait batasan diri, hak atas tubuh, dan konsep persetujuan, sehingga mengalami kesulitan dalam mengekspresikan penolakan serta cenderung melakukan self-blaming terhadap pengalaman yang dialami. Setelah memperoleh edukasi seks yang komprehensif, subjek menunjukkan perubahan dalam memaknai pengalaman tersebut, dengan mampu mengenali peristiwa yang dialami sebagai bentuk pelanggaran batasan diri, bukan kesalahan pribadi. Edukasi seks berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran akan perlindungan diri, pemahaman mengenai relasi interpersonal yang sehat, serta kesiapan untuk mencari dukungan ketika menghadapi situasi berisiko. Penelitian ini menegaskan bahwa edukasi seks tidak hanya berperan sebagai penyampaian informasi biologis, tetapi juga sebagai proses pembelajaran psikososial yang penting dalam membentuk kesadaran batasan diri dan mencegah perilaku seksual berisiko pada remaja.
Hubungan antara Stres Kerja dengan Aggresive Driving pada Ojek Online Sahrul Layali; Tugimin Supriyadi; Sandra Adetya
Orbit: Jurnal Ilmu Multidisiplin Nusantara Vol. 2 No. 4 (2026): Orbit: Jurnal Ilmu Multidisiplin Nusantara
Publisher : Inovan Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63217/orbit.v2i4.345

Abstract

Perkembangan transportasi berbasis aplikasi menyebabkan pengemudi ojek online menghadapi berbagai tuntutan pekerjaan yang berpotensi menimbulkan stres kerja dan memengaruhi perilaku berkendara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara stres kerja dengan aggressive driving pada pengemudi ojek online di Kota Bekasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional terhadap 113 pengemudi Grab yang dipilih menggunakan teknik incidental sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala Likert untuk mengukur stres kerja dan aggressive driving. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara stres kerja dengan aggressive driving dengan nilai koefisien korelasi sebesar r = 0,533 dan nilai signifikansi p < 0,001. Hasil tersebut menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat stres kerja yang dialami pengemudi, semakin tinggi pula kecenderungan melakukan aggressive driving. Dengan demikian, pengelolaan stres kerja menjadi salah satu upaya penting untuk mengurangi perilaku mengemudi agresif serta meningkatkan keselamatan berkendara pada pengemudi ojek online.