Pergeseran orientasi pariwisata global ke arah pariwisata sejarah dan budaya menempatkan desa wisata sebagai agenda strategis pengembangan pariwisata berbasis sejarah dan budaya, termasuk di Desa Pasar Melayu yang menyimpan warisan budaya dan sejarah Melayu Sambas yang khas. Kajian-kajian sebelumnya umumnya memperlakukan budaya dan sejarah lokal sebagai salah satu dari sekian variabel potensi desa wisata, bukan sebagai dua pilar strategis yang saling terintegrasi, dan penelitian pada konteks Melayu Sambas masih jarang dilakukan. Permasalahan yang diangkat adalah belum teridentifikasinya secara sistematis potensi budaya dan sejarah Desa Pasar Melayu serta belum tersusunnya strategi pengembangannya sebagai desa wisata. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi potensi budaya dan sejarah lokal serta merumuskan strategi pengembangan desa wisata yang berkelanjutan. Metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus digunakan dalam penelitian ini melalui wawacara terhadap lima informan kunci, observasi, focus group discussion, dan studi dokumentasi. Kemudian data dianalisis melalui model Miles, Huberman, dan SaldaƱa yang dipadukan dengan matriks SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desa ini memiliki potensi budaya benda dan tak benda yang kaya serta didukung modal sosial dan infrastruktur dasar, namun masih terkendala kapasitas kelembagaan, dokumentasi warisan, dan pendanaan, sehingga diperlukan strategi pengembangan yang memadukan budaya dan sejarah sebagai pilar utama secara holistik. Penelitian ini terbatas pada satu lokasi dengan informan dan rentang waktu yang terbatas serta belum melakukan pembobotan strategi secara terukur, sehingga penelitian mendatang disarankan melakukan kajian komparatif multilokasi, pelibatan informan yang lebih beragam, serta pendekatan kuantitatif seperti QSPM atau AHP untuk memperkuat penentuan prioritas strategi.
Copyrights © 2026