Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya membaca hikayat Melayu sebagai medium pembentukan norma keagamaan dan sosial, bukan hanya sebagai warisan estetis. Penelitian bertujuan mengidentifikasi, membandingkan, dan memaknai nilai Islam dalam Hikayat Raja Jumjumah dan Hikayat Si Miskin melalui perspektif sosiologi sastra. Penelitian menggunakan desain kualitatif deskriptif-komparatif dengan sumber data berupa edisi teks kedua hikayat. Data dikumpulkan melalui pembacaan intensif dan pencatatan satuan verbal, kemudian dikodekan berdasarkan kategori akidah, syariah/ibadah, dan akhlak serta dianalisis secara sosiologis. Hasil penelitian menemukan 24 data: delapan nilai akidah, enam nilai syariah/ibadah, dan sepuluh nilai akhlak. Hikayat Raja Jumjumah menonjolkan kesadaran eskatologis, pertobatan, dan pertanggungjawaban kekuasaan, sedangkan Hikayat Si Miskin menekankan tanggung jawab keluarga, kepedulian, tolong-menolong, keadilan, dan sedekah. Disimpulkan bahwa kedua hikayat membangun kesinambungan akidah, ibadah, dan akhlak melalui tekanan naratif berbeda. Penelitian ini berkontribusi dengan menawarkan model komparatif yang menjelaskan sastra Melayu sebagai wahana internalisasi etika Islam dalam tata sosial masyarakat Melayu dalam konteks historis.
Copyrights © 2026