Background: SMKN 16 Samarinda menghadapi keterbatasan dalam pemantauan kesehatan mental siswa karena jumlah guru Bimbingan Konseling tidak sebanding dengan jumlah siswa dan belum tersedia sistem pemantauan berkala yang efektif. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengembangkan dan mengimplementasikan aplikasi SERASA sebagai media pemantauan kesehatan mental siswa yang lebih mudah diakses, sistematis, dan berkelanjutan. Metode: Kegiatan dilaksanakan melalui pengembangan aplikasi berbasis website, penyusunan buku panduan, sosialisasi penggunaan aplikasi, serta pendampingan pemanfaatan fitur asesmen kesehatan mental, kesejahteraan subjektif, konsultasi daring, dan edukasi kesehatan mental kepada siswa SMKN 16 Samarinda. Hasil: Sebanyak 225 siswa menggunakan aplikasi SERASA. Hasil asesmen kesehatan mental menunjukkan 170 siswa berada pada kategori risiko ringan, 48 siswa risiko sedang, dan 7 siswa risiko berat. Pada asesmen kesejahteraan subjektif, 80 siswa berada pada kategori normal dan 134 siswa pada kategori kurang. Hasil ini menunjukkan bahwa aplikasi dapat digunakan sebagai media skrining awal untuk membantu sekolah memetakan kondisi psikologis siswa dan menindaklanjuti kelompok yang memerlukan pendampingan. Kesimpulan: Program SERASA berpotensi mendukung sekolah dalam pemantauan awal kesehatan mental siswa, tetapi implementasi lanjutan, pendampingan profesional, dan evaluasi berkala tetap diperlukan agar manfaat program lebih berkelanjutan.
Copyrights © 2026