Background: Rendahnya kemampuan literasi dan numerasi murid sekolah dasar menunjukkan perlunya inovasi dalam sistem asesmen yang lebih kontekstual dan sesuai dengan tuntutan pembelajaran abad ke-21. Asesmen multiliterasi hadir sebagai pendekatan integratif yang mengakomodasi berbagai bentuk teks dan representasi pengetahuan. Tujuan: Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada guru terkait pembelajaran dengan pendekatan asesmen multiliterasi guna meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi murid kelas V SDN Baureno Kabupaten Mojokerto. Metode: Metode yang digunakan adalah pendidikan masyarakat melalui pelatihan dan pendampingan guru dalam mengimplementasikan asesmen multiliterasi yang dilaksankaan selama 3 bulan. Untuk mengukur keberhasilan kegiatan, dilakukan pengambilan data kuantitatif dengan pendekatan quasi experiment menggunakan model one group pretest-posttest design. Subjek kegiatan berjumlah 18 murid kelas V. Data dikumpulkan melalui tes literasi dan numerasi yang diberikan sebelum (pretest) dan sesudah (posttest) intervensi, kemudian dianalisis menggunakan uji paired sample t-test. Hasil: Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan kemampuan literasi dan numerasi murid setelah penerapan asesmen multiliterasi yaitu sebesar 24,67 yang semula nilai mean pretest adalah 56,78 meningkat menjadi 81,44 mean posttestnya. Kesimpulan: Asesmen multiliterasi efektif dalam meningkatkan pemahaman guru dan berdampak positif terhadap peningkatan kemampuan literasi dan numerasi murid, sehingga relevan sebagai strategi evaluasi pembelajaran abad ke-21.
Copyrights © 2026