Background: Penggunaan kosmetik di kalangan remaja semakin meningkat seiring berkembangnya tren kecantikan dan media sosial, namun kondisi ini juga meningkatkan risiko penggunaan kosmetik ilegal dan berbahaya akibat rendahnya literasi kesehatan remaja. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan kemampuan siswa dalam memilih kosmetik yang aman serta membentuk remaja sebagai agen perubahan di lingkungan sekolah. Metode: Kegiatan dilakukan melalui penyuluhan interaktif, demonstrasi penggunaan aplikasi Cek BPOM, diskusi, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test pada 78 siswa SMK Terpadu Bhakti Indonesia, Pati, Jawa Tengah. Hasil: Analisis data menunjukkan nilai signifikansi p=0,000 (<0,05), yang menandakan terdapat perbedaan bermakna sebelum dan sesudah edukasi diberikan. Edukasi interaktif dan praktik langsung penggunaan aplikasi Cek BPOM terbukti efektif meningkatkan literasi kesehatan siswa terkait keamanan kosmetik, legalitas produk, dan bahaya kosmetik ilegal. Program ini juga berpotensi membentuk siswa sebagai peer educator dalam menyebarluaskan informasi kosmetik aman kepada masyarakat. Kesimpulan: Kegiatan ini dapat menjadi model promosi kesehatan preventif berbasis sekolah untuk meningkatkan kesadaran remaja terhadap penggunaan kosmetik yang aman dan legal.
Copyrights © 2026