Pelaku bisnis ritel berskala kecil masih menghadapi permasalahan dalam pencatatan persediaan, pemeriksaan stok, penataan produk, dan perencanaan pembelian ulang sehingga berpotensi menimbulkan kelebihan stok, kekosongan barang, kerusakan produk, dan inefisiensi operasional. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kemampuan pelaku bisnis ritel dalam menerapkan manajemen persediaan dan tata kelola operasional yang tertib dan efisien. Kegiatan dilaksanakan pada 20 pelaku bisnis ritel di Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, melalui tahapan observasi, sosialisasi, pre-test, pelatihan, praktik penggunaan kartu stok, pendampingan, post-test, dan monitoring. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test, observasi penerapan, pemeriksaan kartu stok, serta wawancara. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa nilai rata-rata peserta meningkat dari 51,0 pada pre-test menjadi 86,5 pada post-test atau sebesar 69,6%. Setelah pendampingan, 90% mitra telah menggunakan kartu stok, 85% melakukan pemeriksaan stok secara berkala, 80% mengelompokkan produk berdasarkan kategori atau tingkat perputaran, dan 75% menggunakan catatan persediaan sebagai dasar restok. Penerapan program juga menurunkan waktu pencarian barang sebesar 50%, selisih catatan dan stok fisik sebesar 54,2%, kekosongan produk utama sebesar 52,4%, serta temuan barang rusak atau melewati masa simpan sebesar 57,1%. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pelatihan dan pendampingan berbasis instrumen sederhana dapat meningkatkan pengetahuan, ketertiban operasional, dan efisiensi usaha ritel.
Copyrights © 2026