Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pengaruh Life Style World Of Mouth dan Brand Image Terhadap Minat Kuliah di Kampus LP3I Banten Elmi Nurvianti; Dewi Agustina Solihin; Muhammad Nizal Sofyana
Co-Value Jurnal Ekonomi Koperasi dan kewirausahaan Vol. 14 No. 6 (2023): Co-Value: Jurnal Ekonomi, Koperasi & Kewirausahaan
Publisher : Program Studi Manajemen Institut Manajemen Koperasi Indonesia Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/covalue.v15i01.4448

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh Variabel Life style word of moth dan Variabel Brand image Terhadap Variabel-Minat kuliah pada Lp3i Banten.Pada penelitian ini penulis menggunakan metode kuantitatif dengan instrument kuesioner yang disebarkan kepada 150 orang responden.Pengujian data penelitian dimulai dari uji instrument, uji persyaratan statistik, uji regresi berganda sampai dengan uji hipotesis. Pengujian tersebut menggunakan statistik inferensial parametrik dengan bantuan software Statistical Program for Social Science (SPSS) V.25.Hasil penelitian secara parsial menunjukkan bahwa variable Life style word of mouth berpengaruh signifikan terhadap variable Minat kuliah sedangkan variable Brand image berpengaruh signifikan terhadap variabel Minat kuliah. Hasil uji simultan kedua variable berpengaruh signifikan dengan besarnya kontribusi sebesar 78.50% dan sisanya sebesar 21.50% dipengaruhi variebel lain diluar model penelitian.
Reformasi Pendidikan Global: Membangun Sistem Pendidikan yang Responsif terhadap Perubahan Sosial dan Teknologi: Global Education Reform: Building Education Systems Responsive to Social and Technological Change Rosdiana Rosdiana; Fitriani Yuniar; Dewi Agustina Solihin; Aam Amaliah; Syamsul Anwar
Edu Cendikia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 4 No. 03 (2024): Research Articles, December 2024
Publisher : ITScience (Information Technology and Science)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/educendikia.v4i03.5605

Abstract

Rapid social change and technological developments require global education systems to transform to remain relevant and effective. This study aims to examine how education reform can be realized through adaptive curriculum, utilization of technology, and strengthening the role of teachers. Using a qualitative approach through literature studies and comparative analysis, this study analyzes various models of education reform from several countries, such as Finland, Singapore, South Korea, Estonia, the Netherlands, and Australia. The results show that a competency-based adaptive curriculum provides flexibility in learning, allowing students to develop 21st-century skills, including digital literacy, critical thinking, and adaptability. The integration of technology, such as artificial intelligence and digital platforms, supports personal and collaborative learning, although its implementation is still hampered by infrastructure in many developing countries. In addition, strengthening teacher capacity through continuous training is key to the success of reform, ensuring that teachers are able to adopt technology and innovative teaching methods. This study offers a holistic framework for global education reform, combining technology, flexible policies, and teacher professional development. The novelty of this study lies in the comprehensive approach that does not only focus on one aspect but rather the integration of the three elements to create an education system that is responsive to social and technological change. The practical recommendations produced will support policymakers and educational institutions in implementing sustainable and inclusive reforms.
Implementasi Artificial Intelligence (AI) dalam Penilaian Formatif: Studi Literatur tentang Peningkatan Akurasi Evaluasi Pembelajaran Dewi Agustina Solihin; Heny Fitriani; R. Dewi Mutia Farida; Ahmad Sofan Ansor; Rosdiana
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mensintesis bukti ilmiah mengenai implementasi Artificial Intelligence (AI) dalam penilaian formatif dan kontribusinya terhadap peningkatan akurasi evaluasi pembelajaran. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan desain Systematic Literature Review (SLR) pada rentang publikasi 2015–2025. Proses seleksi mengikuti tahapan identifikasi, penyaringan, penilaian kelayakan, dan inklusi, dengan fokus pada studi yang membahas AI untuk penilaian formatif serta menyertakan bukti kualitas evaluasi seperti validitas, reliabilitas/konsistensi, agreement AI–penilai manusia, dan/atau kegunaan umpan balik. Sintesis kualitatif dilakukan terhadap 10 studi kunci yang merepresentasikan spektrum implementasi, termasuk automated writing evaluation/automated essay scoring, intelligent tutoring system, pendekatan deep learning, serta large language models untuk umpan balik dan penilaian. Hasil menunjukkan bahwa AI dapat meningkatkan akurasi evaluasi melalui: (1) penguatan validitas ketika output AI selaras dengan konstruk dan rubrik, (2) peningkatan konsistensi penilaian serta efisiensi pemberian umpan balik, dan (3) dukungan diagnosis kesalahan yang membantu tindakan perbaikan belajar. Namun, efektivitas AI sangat dipengaruhi moderator implementasi, terutama kejelasan rubrik, desain siklus revisi, kualitas dan representativitas data, literasi umpan balik siswa, serta peran guru dalam human-in-the-loop. Studi juga menyoroti risiko yang dapat menurunkan akurasi, seperti bias/fairness, rendahnya transparansi, overreliance, dan isu tata kelola data. Kesimpulannya, AI paling efektif meningkatkan akurasi evaluasi pembelajaran bila diterapkan sebagai pendukung asesmen formatif yang terintegrasi pedagogis dan dikendalikan melalui verifikasi guru serta standar evaluasi yang jelas.
The Effect of Digital Marketing and Product Innovation on MSME Sales Performance in the Digital Economy Era Titis Sri Wulan; Dewi Agustina Solihin; Putri Ayu Permata Devi; Saida Zainurossalamia ZA; Asnawati
Daengku: Journal of Humanities and Social Sciences Innovation Vol. 5 No. 6 (2025)
Publisher : PT Mattawang Mediatama Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/454RI.daengku4604

Abstract

This study investigates the effects of digital marketing capability and product innovation capability on sales performance among Indonesian micro, small, and medium enterprises (MSMEs) in the digital economy era. Using a quantitative, explanatory design, data were collected through a structured survey of MSME owners/managers and analyzed using ordinary least squares (OLS) regression in EViews. Sales performance was operationalized as a sales-oriented metric suitable for econometric estimation, while digital marketing and product innovation were measured as composite indices derived from Likert-scale items capturing routine execution and renewal intensity. Classical assumption diagnostics were conducted to support valid inference, including residual normality, heteroskedasticity, and multicollinearity checks; where needed, White robust standard errors were applied to address heteroskedasticity. The results demonstrate that both digital marketing capability and product innovation capability have positive and statistically significant relationships with MSME sales performance. Digital marketing capability shows a slightly stronger estimated effect, indicating that consistent digital routines—such as channel orchestration, content discipline, responsive customer interaction, and basic performance monitoring—are closely linked to improved sales outcomes. Product innovation capability also contributes significantly, suggesting that continuous renewal through quality improvement, new variants, and packaging/design enhancements strengthens differentiation and supports sales growth. The findings imply that MSME competitiveness in digital markets is best supported by integrating market-facing execution (digital marketing) with value reinforcement (product innovation), rather than relying on platform adoption alone. Practically, MSMEs should institutionalize measurable digital marketing processes while embedding structured innovation cycles that convert market feedback into product renewal. Policymakers and support institutions should prioritize capability-building programs tied to measurable performance outcomes. Future research may extend this model using longitudinal data and sector-specific moderators to capture delayed innovation effects and sustainability of sales gains. Keywords: digital marketing capability; product innovation capability; sales performance; MSMEs; digital economy; Indonesia.
Penguatan Manajemen Persediaan dan Tata Kelola Operasional pada Pelaku Bisnis Ritel untuk Meningkatkan Efisiensi Usaha Nafiz Annaz; Arief Rahman; Zaenal Arifin; Feby Arma Putra; Dewi Agustina Solihin
Jurnal Kemitraan Responsif untuk Aksi Inovatif dan Pengabdian Masyarakat Volume 3 Issue No. 3: June 2026
Publisher : Lontara Digitech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/kreativa.v3i3.1698

Abstract

Pelaku bisnis ritel berskala kecil masih menghadapi permasalahan dalam pencatatan persediaan, pemeriksaan stok, penataan produk, dan perencanaan pembelian ulang sehingga berpotensi menimbulkan kelebihan stok, kekosongan barang, kerusakan produk, dan inefisiensi operasional. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kemampuan pelaku bisnis ritel dalam menerapkan manajemen persediaan dan tata kelola operasional yang tertib dan efisien. Kegiatan dilaksanakan pada 20 pelaku bisnis ritel di Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, melalui tahapan observasi, sosialisasi, pre-test, pelatihan, praktik penggunaan kartu stok, pendampingan, post-test, dan monitoring. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test, observasi penerapan, pemeriksaan kartu stok, serta wawancara. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa nilai rata-rata peserta meningkat dari 51,0 pada pre-test menjadi 86,5 pada post-test atau sebesar 69,6%. Setelah pendampingan, 90% mitra telah menggunakan kartu stok, 85% melakukan pemeriksaan stok secara berkala, 80% mengelompokkan produk berdasarkan kategori atau tingkat perputaran, dan 75% menggunakan catatan persediaan sebagai dasar restok. Penerapan program juga menurunkan waktu pencarian barang sebesar 50%, selisih catatan dan stok fisik sebesar 54,2%, kekosongan produk utama sebesar 52,4%, serta temuan barang rusak atau melewati masa simpan sebesar 57,1%. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pelatihan dan pendampingan berbasis instrumen sederhana dapat meningkatkan pengetahuan, ketertiban operasional, dan efisiensi usaha ritel.