Pembelajaran konvensional berbasis ceramah di Taman Kanak-Kanak (TK) cenderung monoton dan kurang menarik bagi anak usia dini. Kondisi ini menjadi tantangan bagi guru untuk meningkatkan kreativitas dan inovasi dalam mengajar. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah terbatasnya variasi metode pembelajaran serta kurang optimalnya pemanfaatan prinsip psikologi pendidikan dalam praktik di kelas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan model pembelajaran bagi guru-guru Ikatan Guru Aisyiyah Bustanul Athfal (IGABA) Klaten Tengah agar menjadi pendidik yang inovatif dan kreatif. Metode pelaksanaan pengabdian dilakukan melalui tahapan analisis kebutuhan, penyuluhan psikologi perkembangan dan pemanfaatan media sosial, serta pelatihan dan pendampingan langsung pembuatan media pembelajaran. Evaluasi keberhasilan program menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pretest-posttest terhadap 61 guru PAUD menggunakan instrumen Skala Inovasi Kreativitas Guru . Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan guru yang sangat signifikan ($p = 0.000, p < 0,01$). Skor rata-rata post-test meningkat dibandingkan pre-test pada seluruh aspek, yaitu: Inovasi Pembelajaran (dari 65,2 menjadi 82,4), Kreativitas Guru (dari 67,8 menjadi 85,1), dan Penggunaan Media Sosial (dari 63,5 menjadi 80,6). Model pembelajaran yang diterapkan terbukti efektif meningkatkan kompetensi pedagogik guru serta memberikan dampak positif bagi kualitas layanan pendidikan anak usia dini.
Copyrights © 2026